Kontainer Kargo Laik Pakai Hanya Tersedia Sebanyak 20%

Berdasarkan dari data Kemenhub, 80% dari seluruh kontainer tak laik pakai. Dilansir dari bisnis.com, kontainer yang digunakan untuk pengapalan ekspor impor dari dan menuju Indonesia dan kontainer yang digunakan untuk kegiatan pengiriman antar pulau atau domestik dalam negeri Indonesia yang masih layak pakai hanya berjumlah sekitar 20% dari seluruh total kontainer yang digunakan. Menjadi standar kelaikan kontainer Indonesia cukup rendah.

Data yang dipaparkan oleh Kepala Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Hermanta berasal dari survey Ditjen. Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan yang dilakukan pada tahun 2014 hingga 2015.

Kontainer Tidak Memenuhi Standard

Sejumlah 80% dari total seluruh kontainer diketahui dalam kondisi sudah tidak memenuhi standard dan terdapat kerusakan. Sehingga bisa dikatakan bahwa kontainer tersebut sudah tidak layak pakai. Hal ini bukan lagi sebuah rahasia, namun sudah menjadi pengetahuan banyak pihak, ucap Hermanta pada acara Publikasi Peraturan Menteri Perhubungan No: 53/2018 di Jakarta, hari Kamis, 30 Agustus 2018 yang lalu.

Baca Tentang Dimensi Peti Kemas: Dimensi Peti Kemas

Pelabuhan Tanjung Priok merupakan salah satu pintu gerbang ekonomi Indonesia. Hal ini terbukti dari padatnya aktivitas bongkar muat kapal di Pelabuhan Tanjung Priok. Dengan padatnya aktivitas bongkar muat kapal, pihak Otoritas Pelabuhan perlu menjamin keamanan dan keselamatan dari kegiatan tersebut.

Kelaikan Kontainer Harus diperhatikan

Maka dari itu, untuk menjamin safety and security dalam pengiriman menggunakan kontainer, kelaikan kontainer menjadi hal yang wajib dipenuhi. Selain untuk keamanan dan keselamatan barang, hal ini juga untuk menjaga keselamatan dan keamanan dari pengguna jasa dan tenaga kerja di sektor pengiriman kontainer.

Kelaikan kontainer juga berpengaruh pada ekonomi suatu negara. Hal ini disebabkan karena apabila ada barang yang dikirim menggunakan kontainer yang tidak layak dan/atau tidak memenuhi standard maka isi kontainer akan ditolak untuk memasuki negara tujuan. Hal ini tentu dapat menghambat proses perdangangan yang akan dilakukan.

PM Nomor 53 Tahun 2018

Oleh sebab itulah Ditjen. Perhubungan Laut merumuskan peraturan mengenai standarisasi kontainer yg tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2018 Tentang Kelaikan Peti Kemas dan Berat Kotor Peti Kemas Terverifikasi. Saat ini pihak Ditjen Perhubungan Laut sedang gencar melakukan proses sosialiasi dari peraturan tersebut. Hermanta berharap dengan adanya publikasi dan sosialisasi dari peraturan tersebut, para pelaku bisnis dan pengguna jasa pengiriman menggunakan kontainer dapat lebih memahami tentang pentingnya penggunaan kontainer yang layak serta memenuhi standard.

 

Referensi:

  1. Bisnis.com/80%-kontainer-untuk-pengapalan-tak-laik-pakai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *