Perang Dagang China dan Amerika Serikat Anjlokkan Perdagangan Dunia

Perang dagang antara Amerika Serikat dan China berimbas pada memburukknya ekonomi global. Hal ini mengakibatkan perdagangan dunia turun 1,3% di bulan Agustus 2018. Temuan ini diungkap oleh Global Kuehne + Nagel Indicator (gKNi) dalam laporan bulanan tentang World Trade Indicator. Meskipun pasar dalam kondisi kuat di bulan Juli dimana perdagangan tampak kokoh kendati adanya ancaman perang tarif antara dua perekonomian terbesar dunia, namun WTI menunjukkan bahwa investor mulai waspada karena tekanan pada perjanjian dan lembaga dunia mulai menunjukkan efeknya.

gKNi memperkirakan penurunan perdagangan dunia akan berlanjut hingga September 2018. Negara-negara dalam kondisi ekonomi berkembang akan merasakan dampak terburuk dari penurunan perdagangan ini. Sementara itu, beberapa negara di Asia akan mengalami penurunan nilai year-on-year (YoY) diatas 10%. Diperkirakan nilai ekspor dari Jepang turun 10,2%, Korea Selatan turun 11,8% dan India turun 9,8%. Kerugian juga diperkirakan akan dialami oleh Taiwan (8%) dan Brazil (4,8%).

Pertumbuhan Ekspor China Turun Akibat Perang Dagang

China merasakan pertumbuhan ekspor YoY mereka turun sebesar 12,2% pada bulan Juli dan 7% pada bulan Agustus yang lalu. Ini merupakan sebuah tren yang diperkirakan akan terus berlanjut hingga paling tidak bulan September 2018 karena perang dagang yang dilakukan oleh China dan Amerika Serikat mulai mempengaruhi manufaktur dan nilai mata uang mereka, Yuan.

Baca Efek Perang Dagang Terhadap Perkapalan: https://maritimindonesia.com/2018/09/07/cma-cgm-perang-tarif-belum-berdampak/

Perwakilan dagang Amerika Serikat (USTR) saat ini sedang mengkonsultasikan usulan tarif senilai USD 200 Milliar pada China, yang diharapkan dapat mulai berlaku pada tanggal 6 September 2018. Mengacu pada gKNi, nilai perdagangan dunia ini konsisten dengan perkiraan output manufaktur, dengan perkiraan bulan September 2018 akan mengalami pertumbuhan bulanan paling rendah sejak Juli 2015.

Dalam laporannya, gKNi menyatakan, “Setelah mendapatkan penilaian kuat pada pengukuran bulan Juli, data terbaru menunjukkan tren negatif. Penurunan paling tajam diperkirakan akan terjadi pada pasar-pasar baru yang paling banyak terpapar dampak peningkatan ketegangan perdagangan. … Pada bulan September, kemunduran besar dalam bidang ekspor diperkirakan akan terjadi di Korea Selatan, Jepang, Taiwan, India dan Brazil.”

Referensi:

  1. Port Technology

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *