ITSCL 2018 Digelar Pada 12-14 September di JIExpo Kemayoran Jakarta

Pada tahun 2018 ini, bisnis logistik tanah air diprediksi akan terus tumbuh. Pertumbuhan ini disebabkan tren e-commerce yang semakin populer di Indonesia. Selain itu, pemanfaatan teknologi informasi seperti IOT (Internet of Things), Artificial Intelligence, dan Otomasi sistem mendorong terjadinya kolaborasi antara industri transportasi, logistik, dan supply chain. Kolaborasi ini menyebabkan ketiga industri tersebut berkembang lebih maju untuk memenuhi kebutuhan para pengguna jasa industri tersebut.

Berdasarkan data dari World Bank dalam laporan Logistic Performance Index (LPI) peringkat Indonesia yang sebelumnya berada pada rangking 63 di tahun 2018 ini naik menjadi peringkat 46. Ini merupakan pencapaian yang tidak sederhana dan tidak mudah. Pemerintah berharap, kenaikan peringkat ini dapat menjadi bahan bakar untuk meningkatkan momentum kebangkitan industri logistik, transportasi, dan supply chain Indonesia.

Event ITSCL 2018

Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia akan mengadakan acara tahunan di sektor Transportasi dan Logistik, yaitu Indonesia Transport, Supply Chain, and Logistics (ITSCL) 2018 dengan mengusung tema “Innovation Towards Industrial Revolution 4.0, Are We Ready?”. Acara ini diselenggarakan dengan kerjasama antara KADIN dan Reed Panorama Exhibitions. Selain itu, acara ini mendapatkan dukungan dari asosiasi-asosiasi terkait dalam bidang bisnis transportasi, logistik, dan supply chain.

Belum banyak negara yang menerapkan revolusi industri 4.0. Diantara negara yang sudah memulainya antara lain adalah Jerman yang baru 3 tahun memulai. Selain itu ada Amerika Serikat yang baru akan mulai aktif menerapkan industri 4.0. Sedangkan untuk negara di ASEAN, hanya Thailand dan Singapura yang telah memulai revolusi industri ini. Malaysia sendiri sedang dalam tahap mempersiapkan negara untuk melakukan revolusi industri 4.0

Howu Zebua, Project Lead ITSCL 2018 mengatakan acara ini rencananya akan digelar pada tanggal 12 hingga 14 September 2018. Bertempat di Hall A JIExpo Kemayoran Jakarta, ITSCL 2018 ini akan dihadiri ratusan pelaku usaha bidang Transportation, Supply Chain, and Logistics dari dalam dan luar negeri. Pelaku bisnis yang hadir berasal dari Indonesia, Malaysia, Singapura, China, India, Vietnam, Jepang, hingga Lithuania. Acara ini juga menargetkan untuk menghadirkan paling tidak 500 produk dan solusi. Dengan target kehadiran 900 pembeli, acara ini diharapkan dapat menghubungkan antara buyer dengan berbagai produk untuk menjadi solusi permasalahan mereka.

Menerapkan Industri 4.0

Pameran ITSCL 2018 ini juga sejalan dengan Visi dan Misi dari Presiden Joko Widodo, yaitu untuk melakukan perubahan dimana Indonesia hendak bertransformasi menjadi salah satu negara yang menerapkan Industri 4.0 dan mulai beralih dari negara yang konsumtif menjadi negara produktif yang mampu mengirimkan berbagai produk nasional keluar negeri.

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartato mengatakan, “Roadmap yang diserahkan pada Jokowi itu ada sepuluh langkah. Beberapa diantaranya adalah soal infrastruktur, industri kecil dan menengah, serta e-commerce platform. Sementara ini ada lima sektor yang merupakan industri paling diminati diseluruh dunia. Kelima sektor tersebut yaitu tekstil dan sepatu, elektronik, otomotif, industri kimia, serta industri makanan dan minuman. Jadi 48% ekonomi dunia itu demand ada di 10 sektor dan ada lima tadi yang saya sebut.”

Pemerintah saat ini terus berusaha mendorong peningkatan ekspor dan percepatan pembanguna infrastruktur di seluruh Indonesia, ucap Ketua Umum KADIN, Rosan P Roeslani. Tujuannya adalah agar pergerakan produk nasional dapat lebih mudah terjadi apabila infrastruktur pendukungnya dalam kondisi baik. Dengan meningkatkan kapasitas ekspor, pemerintah berharap agar bisnis dalam negeri dapat berkembang lebih maju dan tumbuh makin besar.

Wadah Bagi Pelaku Industri

“Kita tahu kepastian waktu dan penurunan biaya logistik hingga kini masih menjadi problem utama. Untuk mengatasi kendala tersebut, kita perlu membantu pemerintah untuk mempercepat program pemerataan ini dengan menciptakan suatu wadah yang mewakili berbagai pemangku kepentingan, yaitu pemerintah, praktisi, dan juga akademisi dari semua sektor terkait,” kata Rosan.

ITSCL 2018 nanti diharapkan dapat mengakomodasi para pelaku industri untuk mendiskusikan isu terkait sektor ini, pembangunan jaringan bisnis, strategi bisnis untuk menghadapi tantangan global yang selalu berkembang, hingga mencari peluang bisnis baru. Selain itu, acara ini diharapkan dapat menjadi kampanye pemasaran yang efektif. Dalam acara ini, sektor transportasi dan industri dalam negeri diharapkan dapat menunjukkan kemajuan di bidangnnya masing-masing. Dalam acara ini, akan terdapat forum-forum yang dipandu oleh 53 pakar industri. Forum-forum tersebut terbagi dalam 10 kategori. Tujuannya adalah untuk mengedukasi para pelaku usaha sektor transportasi, logistik, dan supply chain mengenai penerapan teknologi terkini serta arah kebijakan nasional dalam bidang tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *