Pajak Impor 1.147 Barang Naik Menjadi 10%

Pemerintah melalui Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menerbitkan Peraturan baru mengenai pajak impor. Peraturan tersebut adalah Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 110/PMK.010/2018. Peraturan baru ini mengatur tentang beberapa perubahan terhadap peraturan menteri keuangan yang diterbitkan tahun lalu, yaitu PMK Nomor 34/PMK.010/2017 tentang Pemungutan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sehubungan dengan Pembayaran atas Penyerahan Barang dan Kegiatan dibidang Impor atau Kegiatan Usaha dibidang Lain.

Dalam peraturan terbaru ini, pemerintah memutuskan untuk menaikkan pajak impor dari sejumlah barang. Kategori barang-barang yang dinaikkan antara lain adalah barang kosmetik, peralatan rumah tangga, kendaraan bermotor, elektronik, hingga perabotan rumah. Barang-barang seperti pewangi, bedak, obat jerawat, hingga sabun mandi merupakan beberapa barang dari kategori kosmetik yang dinaikkan pajaknya. Bahkan pakaian, sarung tangan, ikat pinggang hingga sepatu juga tak luput dari peraturan ini.

Pajak Impor untuk Kendaraan Bermotor

Untuk kendaraan bermotor yang terkena pajak antara lain Karavan, Ambulan, Sedan, ATV, hingga Mobil jenazah juga dikenai peraturan ini. Mulai dengan ukuran silinder 1.500 cc hingga 3.000 cc, setiap kendaraan bermotor tersebut harus mengalami kenaikan pajak, bahkan untuk gokart dimulai dari 1.000 cc. Pemerintah juga menaikkan pajak untuk batuan dan logam mulia.

Kenaikannya pun tidak kecil. Pajak impor untuk barang-barang tersebut naik hingga mencapai 10%. Hal ini diterapkan karena barang-barang tersebut dirasa pemerintah dapat diproduksi dalam negeri.

Dengan menaikkan nilai pajak penghasilan (PPh) dari barang impor tersebut, pemerintah berharap dapat menyeimbangkan neraca pembayaran negara. Karena dengan naiknya pajak, maka pendapatan negara akan meningkat. Pemerintah juga berharap dengan naiknya pajak untuk barang impor ini dapat menekan tingkat konsumsi dan ketergantungan Indonesia dari produk impor.

Baca Mengenai Trade War China-US: https://maritimindonesia.com/2018/09/07/perang-dagang-china-amerika-perdagangan-menurun/

Dengan naiknya pajak untuk barang impor, diharapkan masyarakat akan beralih untuk kembali menggunakan barang produksi dalam negeri, sehingga produsen lokal dapat kembali berkembang dan mampu mengambil kembali pasar domestik. Produsen lokal pun diharapkan dapat meningkatkan kualitas serta kuantias produknya agar mampu memenuhi standar dan permintaan pasar, baik dalam negeri maupun luar negeri. Dengan demikian, produk lokal akan mampu berkompetisi dengan produk buatan luar negeri. Sehingga diharapkan produk lokal dapat diekspor ke negara lain. Hal ini sejalan dengan visi dan misi dari Presiden Jokowi, dimana beliau ingin mengubah Indonesia yang saat ini merupakan negara konsumtif, menuju Indonesia yang mampu menjadi produsen dengan produk yang kompetitif dan diakui dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *