Rupiah Melemah Terhadap Dolar, Pelindo III Tetap Bukukan Laba Besar

Meskipun keadaan ekonomi dunia yang sedang tidak sehat, PT Pelindo III seolah tidak terpengaruh. Dengan kondisi tekanan nilai rupiah yang melemah dibandingkan dollar Amerika Serikat, Pelindo III tetap bukukan laba yang besar. Bahkan laba yang didapatkan tahun ini meningkat hampir mencapai 40% jika dibandingkan dengan laba yang didapatkan pada periode yang sama tahun 2017.

Baca Berita Tentang Pelindo: https://maritimindonesia.com/?s=Pelindo

Laba bersih Pelindo III hingga bulan Agustus pada periode tahun 2018 ini telah tercatat mencapai Rp 1,97 Trilliun. Laba ini meningkat jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2017 yang hanya mencapai Rp 1,41 Trilliun. Hal ini menunjukkan meski nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat mengalami penurunan, kondisi ekonomi masyarakat tidak mengalami penurunan.

Ari Askhara, CEO Pelindo III mengatakan, “Perkembangan ini menunjukkan kondisi perekonomian masyarakat tidak mengalami penurunan seperti apa yang dikhawatirkan oleh beberapa kalangan.”

Aktivitas Bisnis di Pelabuhan Pelindo III Meningkat

Peningkatan laba Pelindo III ini diperoleh seiring dengan peningkatan aktivitas bisnis di pelabuhan-pelabuhan yang mereka kelola. Mulai dari aktivitas bongkar muat, lalu lintas peti kemas, pendapatan dari anak perusahaan mereka, hingga inovasi usaha dan upaya diversifikasi usaha mereka.

Dari data yang dipaparkan oleh Ari Askhara, aktivitas bongkar muat Pelindo III hingga bulan Agustus 2018 meningkat pesat. Aktivitas bongkar muat untuk general cargo naik 28% hingga mencapai 2 juta meter kubik. Pada periode yang sama untuk tahun lalu, aktivitas bongkar muatnya hanya mampu mencapai 1,5 juta meter kubik. Untuk aktivitas bongkar muat berdasarkan berat, tahun ini naik 3 juta ton dibanding kan tahun lalu. Tahun lalu 29 juta ton meningkat menjadi 32 juta ton pada tahun ini.

Throughput Meningkat

Selain itu, lalu lintas peti kemas naik 7% mencapai 3,4 juta TEUs. Hal ini disinyalir karena terjadinya lonjakan lalu lintas peti kemas domestik di terminal Berlian dan terminal Teluk Lamong. Naiknya lalu lintas peti kemas domestik ini seolah memberikan sinyal bahwa ekonomi domestik saat ini belum terpengaruh oleh gejolak ekonomi dunia.

Pendapatan Pelindo III dari pelayanan peti kemas naik sebesar 14%, general cargo naik sebesar 27%. Hal ini sejalan dengan naiknya aktivitas bongkar muat dan lalu lintas kargo jika dibandingkan dengan tahun 2017. Laba bersih yang tercatat sebesar 1,97 Trilliun rupiah tersebut merupakan laba bersih setelah pajak (net profit after tax). Hal ini merupakan bukti bahwa usaha Pelindo III untuk melakukan efisiensi segala lini dan peningkatan kinerja mereka sukses dilaksanakan.

Ari mengatakan, “Kontribusi anak perusahaan mencapai hingga 50% dari capaian laba korporasi. Ini menunjukkan keberhasilan Pelindo III dalam melakukan transformasi di bidang SDM, operasional, dan diversifikasi usaha melalui sinergi internal maupun sesama BUMN serta dengan pihak swasta di sektor pelabuhan.”

Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa dukungan dari Kementerian BUMN dan Kementerian Perhubungan dalam mempercepat pengambilan keputusan untuk operasional di lapangan sangat membantu kelancaran kegiatan operasional dan berpengaruh besar pada keberhasilan Pelindo III mencatatkan laba yang lebih besar dibandingkan tahun lalu.

 

Referensi:

  1. http://translogtoday.com/2018/09/10/bongkar-muat-meningkat-kinerja-keuangan-pelindo-iii-menguat
  2. http://oceanweek.co.id/laba-rp-197-t-kinerja-pelindo-iii-tumbuh/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *