Beranda » Berita » Pelabuhan dan Terminal » Siap-Siap, Hak Kelola Pelabuhan Patimban Segera Dilelang

Siap-Siap, Hak Kelola Pelabuhan Patimban Segera Dilelang

Pelabuhan Patimban

Dilansir dari antaranews.com, hak kelola dan operator Pelabuhan Patimban, Subang, akan segera dilelang.

“Lelangnya akhir September atau awal Oktober. Mudah-mudahan setelah pembangunan selesai paket satu ini, akhir September atau awal Oktober ini kita lelangkan,” jelas M. Tohir, Direktur Kepelabuhan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan.

Pelabuhan Patimban dilelang Dengan Skema Kerja Sama Pemerintah dan KPBU

Pemerintah berencana melelang hak pengelolaan dan operator pelabuhan dengan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU). Selain pelabuhan Patimbam ada beberapa pelabuhan yang rencananya akan dikelola secara KPBU. Contohnya pelabuhan Bau-Bau di Sulawesi Tenggara dan pelabuhan Anggrek di Gorontalo yang rencananya akan dilelang pada tahun 2019 mendatang. Tak hanya itu, masih ada sekitar 12 pelabuhan lain yang masih dalam tahap studi kelayakan apakah akan dilanjutkan sebagai proyek KPBU atau tidak.

Untuk pelabuhan Patimban yang terletak di Subang, Jawa Barat ini rencananya bulan September akan dilelang, namun akhirnya diundur menjadi akhir September atau awal Oktober. Pelabuhan Bau-Bau akan mulai ditawarkan ke pasar pada Oktober 2018 dengan target penyelesaian berkas KPBU pada bulan Juli. Sedangkan pelabuhan Anggrek direncanakan selesai pemberkasan KPBU pada bulan September 2019 dengan waktu penawaran dari Februari 2019.

Baca Kategori Tentang Pelabuhan: https://maritimindonesia.com/category/berita/pelabuhan-dan-terminal/

Saat ini, pelabuhan Patimban sendiri masih dalam tahap pembebasan lahan. Baru sekitar 60% lahan yang telah selesai pembebasannya, masih ada 40% lahan yang belum selesai urusan pembebasannya. Akses jalan keluar masuk pelabuhan sudah selesai tanda tangan kontrak dengan Kementerian PUPR. Tohir mengatakan bahwa groundbreaking sendiri rencananya dijadwalkan pada 15 September 2018 yang lalu, dilakukan oleh Presiden Joko Widodo. Namun kesibukan Presiden menyebabkan acara tersebut harus ditunda.

Dana Pembangunan dari Investasi Jepang

Dana pembangunan yang digunakan untuk mengerjakan proyek pembangunan pelabuhan Patimban ini berasal dari ODA Loan, atau Official Development Assistance Loan dari Pemerintah Jepang. Investasi yang diberikan pun tidak main-main, sebesar 43,4 Trilliun rupiah. Dana kontrak pembangunan pembangunan Patimban sendiri mencapai 8,9 Trilliun rupiah.

Pemenang lelang proyek pembangunan pelabuhan Patimban adalah konsorsium dari 5 perusahaan kontraktor. Mereka adalah Penta Ocean, Toa, dan Rinkai dari perusahaan Marine Construction Jepang serta PT Wijaya Karya dana PT PP Tbk dari BUMN Karya. Penetapan konsorsium ini menjadi pemenang lelang proyek ini dilakukan pada bulan Mei 2018 yang lalu.

Nilai kontrak yang ditandatangani untuk paket pertama pembangunan pelabuhan Patimban ini bernilai hingga 6 Triliun rupiah. Paket pembangunan pertama digunakan untuk pembanguna terminal kendaraan yang mampu menampung 350.000 unit kendaraan, terminal peti kemas dengan kapasitas 800.000 TEUs, serta pembangunan dermaga Roro. Pelabuhan Patimban diharapkan dapat beroperasi pada 2019.

 

Referensi:

  1. https://www.antaranews.com/berita/747613/lelang-operator-pelabuhan-patimban-oktober
  2. https://nasional.kontan.co.id/news/kemhub-lelang-operator-pelabuhan-patimban-oktober-2018https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20180912171505-92-329707/lelang-operator-pelabuhan-patimban-dimulai-oktober-2018
  3. https://ekonomi.kompas.com/read/2018/09/12/150403426/kemenhub-segera-lelang-operator-pelabuhan-patimban
  4. http://indonesiashippingline.com/port/3398-lelang-operator-pelabuhan-patimban-diundur-oktober,-menunggu-siapa.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *