Pembangunan Makassar New Port Sesuai Target Waktu

Pembangunan salah satu pelabuhan baru yang menjadi bagian dari16 Proyek Strategis Negara (PSN) di Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo, Makassar sudah mencapai 90%. Pelabuhan yang dibangun tersebut adalah Makassar New Port. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan bahwa proses pembangunan pelabuhan tersebut segera selesai.

Doso Agung, selaku Direktur Utama PT Pelindo IV menyampaikan bahwa per tanggal 11 September 2018, progres pembangunan tahap IA hampir mencapai 83%. Progres ini terdiri dari paket A yang mencapai 95%, paket B 82,5% dan paket C hampir mencapi 65%.

Makassar New Port dibangun Per Paket

Pembangunan paket A sendiri terdiri dari pengerjaan upper structure atau struktur bagian atas dermaga. Untuk paket B, terdiri dari revetment, pengecoran saluran precast, pekerjaan perkerasan paving block dan rigid, hingga pekerjaan dredging kolam putar. Sedangkan untuk paket C, pekerjaan yang telah terlaksana adalah produksi core ukuran1 hingga 5 kilogram, produksi underlayer ukuran 5 hingga 10 kilogram, pemasangan core breakwater ukuran 1 hingga 5 kilogram dan pemasangan toe protection breakwater ukuran 100 hingga 160 kilogram.

Sistem dermaga yang dipakai di Makassar New Port adalah sistem secant pile dengan sistem boring. Sistem tersebut meningkatkan efisiensi waktu pengerjaan dan biaya yang diperlukan namun tetap menjaga kualitas dari dermaga. Doso mengatakan bahwa di dunia ini, baru ada 2 pelabuhan yang menerapkan sistem secant pile pada dermaga mereka, yaitu Pelabuhan Liverpool dan Makassar New Port.

Baca Berita Lain Tentang Pelabuhan: 

Setelah Makassar New Port mulai beroperasi, pemerintah berharap pelabuhan tersebut dapat meningkatkan efisiensi arus logistik di Sulawesi Selatan. Tak hanya di sektor domestik, namun juga pada sektor arus logistik internasional berupa ekspor hasil produksi wilayah sekitar.

“Tujuannya adalah bagaimana efisiensi itu tercapai, bagaimana kecepatan proses bongkar muat itu tercapai dan juga akhirnya membuat ekspor kita lebih banyak. Kalau ekspornya banyak nanti investasi industri yang ada di Makassar ini bertambah,” tutur Budi.

Diharapkan Dapat Meningkatkan Arus Logistik

Pemerintah berharap, dengan selesainya pembangunan pelabuhan MNP nanti, kekuatan kolaborasi antara sektor logistik dan pengelola pelabuhan MNP yaitu PT Pelindo IV dapat meningkat. Sehingga dapat mendongkrak arus logistik di wilayah pelabuhan MNP, baik itu arus logistik domestik maupun internasional.

Dermaga di pelabuhan MNP ini dirancang memiliki panjang dermaga sepanjang 360 meter. Kapasitas penumpukan peti kemas yang mampu ditampung dermaga ini adalah sekitar 1,5 juta TEUs per tahun.

Dengan ukuran dermaga yang besar ini, Menteri Budi berharap industri di Makassar dapat berkolaborasi dengan PT Pelindo IV untuk meningkatkan kegiatan ekspor mereka. Sehingga kapasitas penumpukan peti kemas di pelabuhan MNP dapat terpenuhi.

Untuk akses pelabuhan, Pelindo IV meminta kerja sama dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk meningkatkan akses ke pelabuhan. Peningkatan akses tersebut berupa pembangunan dan integrasi jaringan jalan dari gerbang pelabuhan MNP ke jalan tol. Selain itu, pelabuhan MNP rencananya akan terkoneksi dengan jaringan kereta api trans Sulawesi.

 

Referensi:

  1. https://ekonomi.kompas.com/read/2018/09/13/120958526/menhub-pembangunan-makassar-new-port-sudah-90-persen
  2. http://makassar.tribunnews.com/2018/09/12/target-siap-uji-oktober-begini-progres-pembangunan-makassar-new-port
  3. http://translogtoday.com/2018/09/13/makassar-new-port-hampir-rampung-ini-yang-dibutuhkan-pelindo-iv

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *