Lima Capaian Besar Sektor Maritim Indonesia Tahun 2018

Pada hari Minggu tanggal 23 September 2018 kemarin, Indonesia merayakan Hari Maritim Nasional tahun 2018. Momentum perayaan ini diharapkan dapat mendorong Indonesia untuk kembali memeluk jati diri sebagai negara maritim. Hal ini sesuai dengan salah satu program Nawa Cita yang digaungkan oleh Presiden Joko Widodo sejak awal pemerintahannya, yaitu penguatan jati diri Indonesia sebagai negara maritim. Presiden Joko Widodo dalam masa pemerintahannya ini melakukan pembangunan sektor maritim Indonesia secara besar-besaran guna mewujudkan visinya untuk mengembalikan kejayaan maritim Indonesia.

Pencapaian Pemerintah di Sektor Maritim Indonesia

Berikut ini adalah beberapa hal yang telah dicapai pemerintah Indonesia dalam rangka mewujudkan penguatan identitas bangsa Indonesia sebagai bangsa maritim. Pertama, pelaksanaan program Tol Laut. Tol Laut telah berkontribusi untuk menekan perbedaan harga yang terjadi antara wilayah Indonesia barat dan Indonesia timur. Tol Laut telah mampu membantu pemerintah untuk mewujudkan pemerataan ekonomi di seluruh wilayah Indonesia.

Tol Laut

Pada tahun 2018 ini, terdapat 15 trayek tol laut. Direncanakan pada tahun 2019 mendatang, jumlah trayek tol laut akan ditambah hingga menjadi 21 trayek. Kementerian Perhubungan juga terus bekerja sama dengan Kementerian BUMN untuk mengoptimalkan program ‘Rumah Kita’ guna meningkatkan efisiensi program tol laut.

Program ‘Rumah Kita’ adalah penyediaan pergudangan untuk menunjang program tol laut dan menyimpan produk-produk komoditas daerah setempat. ‘Rumah Kita’ ini dapat diartikan sebagai rumah logistik, rumah pengumpul, yang bertujuan untuk menstabilkan harga. Program ini merupakan program yang diatur dalam Peraturan Presiden No. 71 Tahun 2015 tentang Penetapan dan Penyimpanan Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting, serta Peraturan Presiden No. 70 Tahun 2017 tentang penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik untuk Angkutan Barang dari dan ke Daerah Tertiggal, Terpencil, Terluar, dan Perbatasan.

Pembangunan Pelabuhan

Capaian kedua sektor maritim Indonesia adalah penyelesaian pembangunan sejumlah pelabuhan. Setelah pada tahun 2017 Ditjen Hubla mampu menyelesaikan pembangunan sejumlah 104 pelabuhan non komersil, tahun ini pemerintah akan menyelesaikan pembangunan 25 pelabuhan. Tak hanya itu, telah direncanakan juga pembangunan 7 pelabuhan baru yang akan dibagun mulai tahun 2019 kelak. Hal ini dilakukan untuk mendukung peningkatan konektivitas antar pulau di Indonesia.

Pembangunan Kapal Perintis

Capaian ketiga sektor maritim Indonesia, penyelesaian pembangunan kapal perintis. Penyelesaian pembangunan kapal perintis termasuk kapal kontainer dan Rede oleh Indonesia untuk mendukung konektivitas ini menunjukkan tingkat kemandirian maritim Indonesia. Sebanyak 66 unit kapal telah diselesaikan proses pembangunannya oleh Ditjen Hubla. Tak berhenti disitu, rencananya akan ada 103 kapal lain yang akan secara bersamaan diselesaikan pembangunannya pada akhir tahun 2018 ini. Kapal-kapal tersebut akan memiliki 113 trayek untuk angkutan perintis dan 6 trayek untuk angkutan ternak. Tujuannya adalah untuk melayani daerah tertinggal, terpencil, terluar, dan perbatasan.

Sistem Teknologi Informasi

Capaian keempat adalah penerapan sistem teknologi informasi di pelabuhan-pelabuhan Indonesia. Sistem TI yang telah diterapkan antara lain adalah sistem INAPORTNET dan Delivery Order (DO) Online. Sistem tersebut telah diterapkan di empat pelabuhan utama, yaitu pelabuhan Tanjung Priok, pelabuhan Belawan, pelabuhan Tanjung Perak, dan pelabuhan Makassar. Tak hanya di empat pelabuhan tersebut, sistem TI juga telah dimanfaatkan di pelabuhan kelas 1 Tanjung Emas Semarang.

INAPORTNET merupakan sistem pelayanan berbasis web internet tunggal yang mengintegrasikan sistem informasi pealabuhan standar. Sistem ini digunakan untuk melayani kapal-kapal dan barang –barang dari perusahaan atau agen terkait dan pemangku kepentingan terkait di pelabuhan. Aplikasi jaringan INAPORTNET saat ini telah diintegrasikan dengan sistem Indonesian National Single Window (INSW) dan didukung oleh sistem pendukung yang baik dan terintegrasi.

Kapal Raksasa di Pelabuhan Tanjung Priok

Capaian kelima adalah keberhasilan pelabuhan Tanjung Priok dalam memberikan pelayanan kepada kapal berukuran raksasa dalam 1 tahun ini. Keberhasilan pelabuhan Tanjung Priok ini menjadi bukti bahwa pelabuhan Indonesia mampu bersaing sebagai pelabuhan internasional dan mampu melayani kapal asing dengan standar pelayanan internasional.

Kelima capaian tersebut disampaikan oleh R. Agus H. Purnomo selaku Direktur Jenderal Perhubungan Laut pada perayaan hari maritim nasional tanggal 23 September 2018 kemarin. Agus mengatakan bahwa jajaran Ditjen Hubla berupaya mewujudkan kemandirian maritim yang termasuk dalam cita-cita kabinet pemerintahan periode 2014-2019, kabinet Presiden Joko Widodo, untuk menjadika Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Capaian-capaian tersebut dinilai mampu menjadi bukti nyata dari upaya pemerintah untuk mewujudkan kemandirian maritim. Kemandirian maritim ini dianggap sebagai salah satu langkah nyata untuk menuju posisi sebagai poros maritim dunia.

Fokus Memperkuat Sektor Maritim Indonesia

Saat ini pemerintah sedang fokus berusaha untuk memperkuat sektor maritim Indonesia. Langkah yang diambil oleh pemerintah antara lain adalah memanfaatkan segala potensi sumber daya kelautan, melakukan pembangunan infrastruktur pelabuhan serta transportasi laut untuk meningkatkan konektivitas, membangun industri maritim yang kuat, hingga membangun kekuatan ekonomi masyarakat. Hal ini untuk mewujudkan kemandirian maritim Indonesia.

Menurut visi Presiden Joko Widodo, kemandirian bangsa adalah kemampuan untuk mewujudkan Indonesia menjadi negara maritim yang mandiri, maju, kuat dan berbasiska kepentingan nasional. Kemandirian maritim tersebut harus dicapai untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Selain mengumumkan pencapaian tersebut, hari maritim nasional juga dirayakan dengan serangkaian acara kampanye keselamatan pelayaran. Acara ini merupakan sebagian dari serangkaian acara perayaan hari maritim dunia yang juda dirayakan oleh Indonesia sebagai anggota International Maritime Organization (IMO). Tahun ini, tema hari maritim dunia adalah “IMO 70: Our Heritage – Better Shipping for a Better Future”.

 

Referensi:

  1. http://hubla.dephub.go.id/berita/Pages/HARI-MARITIM-NASIONAL-2018,-WUJUDKAN-KEMANDIRIAN-MARITIM-INDONESIA.aspx
  2. http://oceanweek.co.id/hari-maritim-nasional-wujudkan-kemandirian-indonesia/
  3. https://maritimindonesia.com/2018/08/29/indonesia-sebagai-poros-maritim-dunia/
  4. http://supplychainindonesia.com/new/program-rumah-kita-dan-optimalisasi-tol-laut/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *