Tanjung Priok Terapkan Tarif Baru untuk Kegiatan Bongkar Muat

Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok telah mengumumkan akan menerapkan tarif baru untuk kegiatan bongkar muat atau Ongkos Pelabuhan Pemuatan dan Ongkos Pelabuhan Tujuan (OPP/OPT) di Pelabuhan Tanjung Priok. Kenaikan tarif baru Tanjung Priok ini bertujuan untuk meningkatkan upah buruh pelabuhan. Nilai kenaikan tarif pun beragam, mulai dari 5 persen hingga 20 persen.

GINSI Menyetujui Kenaikan Tarif

Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) pun memaklumi dan menyetujui kenaikan tarif baru Tanjung Priok untuk kegiatan bongkar muat kargo. Pasalnya, selama tarif lama yang masih digunakan sebenarnya telah kadaluarsa sejak 2015 dan belum disesuaikan dengan keadaan sekarang. Padahal Upah Minimum Regional terus naik tiap tahun, selain itu naiknya harga bahan bakar minyak juga menjadi faktor yang menjadi alasan bahwa kenaikan tarif ini masih dianggap wajar.

Dalam 4 tahun terakhir, dari tahun 2014 hingga tahun 2018 tarif kegiatan bongkar muat kargo tidak mengalami kenaikan sama sekali. Padahal dalam kurun waktu yang sama, upah TKBM mengalami kenaikan rata-rata 10% setiap tahunnya. Bahkan menurut Juswandi Kristanto, Ketua DPW APBMI Tanjung Priok, upah TKBM mengalami kenaikan hingga 50,16 persen dalam 4 tahun terakhir. Dari Rp 150.571 per orang pada tahun 2015 menjadi Rp 190.000 per orang pada tahun 2018 ini.

Penandatanganan Kesepakatan Kenaikan Biaya

Setelah mengumumkan rencana kenaikan tarif tersebut, pihak otoritas Pelabuhan Tanjung Priok mengundang pihak terkait untuk menandatangani kesepakatan kenaikan biaya bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok. Penandatangan kesepakatan tersebut telah dilakukan pada bulan Agustus 2018 yang lalu. Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) DKI Jakarta, DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DKI Jakarta, Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) DKI, DPC Indonesia National Shipowners Association (INSA) Jaya, dan disaksikan oleh Manajemen PT. Pelindo II Tanjung Priok dan Kantor Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok.

Baca Berita Lainnya: Pelabuhan Tanjung Priok

Aria Senopati Lihu selaku Sekretaris DPW APBMI Jakarta mengatakan bahwa kesepakatan yang telah ditandatangani pada bulan Agustus lalu akan berlaku selama 2 tahun.

Capt Subandi, ketua GINSI mengatakan penyesuaian tarif ini juga berkaitan dengan usulan GINSI kepada otoritas pelabuhan Tanjung Priok untuk menurunkan biaya alat jenis Gantry Luffing Crane yang telah lebih dulu disetujui oleh pihak pelabuhan. Tarif GLC sendiri turun dari Rp 17.500 per ton menjadi Rp 11.000 per ton. Ia juga mengatakan bahwa nilai rata-rata kenaikan yang diusulkan oleh Pelindo II Tanjung Priok mencapai 25 persen, namun setelah diskusi panjang akhirnya tercapailah kesepakatan yang disetujui berbagai pihak tersebut. Kenaikan ini masih lebih rendah dibandingkan dengan kenaikan yang telah berlaku di Tanjung Perak Surabaya yang mencapai Rp 100.000 per ton.

Tarif Baru Tanjung Priok

Berikut adalah daftar kenaikan tarif kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok:

  1. Layanan kenaikan bongkar muat hewan ternak, kendaraan niaga, bus, maupun truk naik 5 persen.
  2. Biaya tambahan mekanik jenis forklif naik 20 persen untuk ukuran 5 hingga 10 ton/ meter kubik (T/M3) per kolli dan 15 hingga 25 T/M3 per kolli. Sedangkan untuk ukuran diatas 25 T/M3 diberlakukan actual cost.

Sedangkan kenaikan untuk layanan lain dapat disimak pada tabel berikut ini:

Nama Layanan

Tarif Lama Tarif Baru

Kenaikan

OPP/OPT General Cargo melalui gudang

Rp 81.075/ton

Rp 87.081/ton

7,4%

Layanan Truklosing (TL)

RP 57.720/ton

Rp 64.655/ton

12%

Kargo curah kering lewat kapal

Rp 47.000/MT

Rp 50.290/MT

7%

Kargo curah cair internasional

Rp 26.000/MT

Rp 33.600/MT 20%
OPP/OPT kargo curah cair domestik Rp 23.000/MT Rp 27.600/MT

20%

 

Tarif baru ini akan mulai diberlakukan di Pelabuhan Tanjung Priok pada tanggal 1 Oktober 2018 mendatang.

 

Referensi:

  1. http://maritimindonesia.co.id/2018/09/21/upah-tkbm-naik-pelaku-usaha-pelabuhan-tanjung-priok-sepakati-penyesuaian-tarif-opp-opt/
  2. http://translogtoday.com/2018/09/22/tarif-bongkar-muat-di-tanjung-priok-naik-mulai-1-oktober-ini-rinciannya
  3. http://industri.bisnis.com/read/20180921/98/840953/tarif-bongkar-muat-kargo-priok-naik-5-20-mulai-1-oktober
  4. http://industri.bisnis.com/read/20180922/98/841077/ginsi-anggap-penyesuaian-tarif-oppopt-priok-masih-wajar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *