Langkah Kemenhub Pasca Gempa dan Tsunami Sulteng

Kementerian Perhubungan telah mengirim kapal negara dalam misi kemanusian untuk mengangkut bantuan bagi korban gempa dan tsunami Sulawesi Tengah. Hingga saat ini, pemerintah telah mengirim 2 kapal untuk mengangkut bantuan tersebut. Mereka adalah KNP Pasatimpo P-212 milik pangkalan PLP Bitung dan kapal negara kenavigasian KN Miang Besar milik distrik navigasi Samarinda. Kapal KNP Pasatimpo P-212 dikirim pada Sabtu, 29 September 2018 dan KN Miang Besar pada Minggu 30 September 2018.

Kapal KN Miang sendiri berangkat pada Minggu pukul 12.00 WITA dan diperkirakan sampai pada Senin 09.00 WITA. Kapal ini mengangkut muatan berupa 3.544 bahan pokok sumbangan dari masyarakat sekitar Samarinda untuk dikirim ke korban bencana gempa dan tsunami. Direktur Jenderal Perhubungan Laut R. Agus H. Purnomo telah memerintahkan KN Miang Besar untuk mengangkut 200 ton air tawas sebagai salah satu solusi kurangnya air bersih untuk korban gempa.

Selain kapal KNP Pasatimpo P-212 dan KN Miang Besar, masih ada 2 kapal lain yang akan diberangkatkan. Kedua kapal tersebut akan diberangkatkan setelah bantuan untuk korban gempa kembali terkumpul.

Pelubah Pantoloan digunakan untuk akses bantuan

Di sisi lain, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bekerja sama dengan Menteri BUMN Rini Soemarno untuk segera membuka pelabuhan Pantoloan. Rencananya, pelabuhan Pantoloan akan digunakan sebagai salah satu pelabuhan untuk berlabuh kapal yang membawa bantuan maupun bagi kapal yang akan mengangkut pengungsi.

Pasca gempa dan tsunami, quay crane pelabuhan Pantoloan roboh. Tak hanya itu, beberapa dermaga ikut rusak. Pihak Pelindo IV pun mengirim tim untuk memeriksa kondis dermaga pasca gempa dan tsunami. Kesimpulan yang didapatkan dari tim yang terjun ke lapangan adalah pelabuhan Pantoloan siap beroperasi. Pada hari Minggu 30 September 2018 kemarin, pelabuhan Pantoloan kembali dibuka.

Setelah dibuka, pelabuhan Pantoloan telah melayani 900 penumpang dari Balikpapan yang diberangkatkan menggunakan kapal milik Pelni cabang Balikpapan. 900 penumpang tersebut merupakan warga yang khawatir terhadap kondisi keluarga mereka yang berada di wilayah bencana. Selain itu, pelabuhan ini diharapkan dapat menjadi pintu keluar bagi pengungsi untuk meninggalkan wilayah bencana.

Posko Bantuan

Bagi warga Samarinda dan sekitarnya yang ingin mengirim bantuan dalam misi kemanusiaan Kementerian Perhubungan dapat menghubungi Koordinator dan Pengendali Posko. Koordinator dan Pengendali Posko Peduli di Samarinda adalah M. Dahri 0822 13 200 300, Toto Mukarto 0811 100 707, Triono 0852 4192 9214, dan Widji 0813 4632 5507.

Selain posko peduli di Samarinda, Kemenhub juga mendirikan Quick Response Team (QRT) yang terus memantau kondisi pasca gempa dan tsunami. QRT bertempat di Marine Command Center (MCC) dan Puskodalops lantai 4 Gedung Karsa Kementerian Perhubungan. QRT ini setiap harinya dijaga oleh petugas yang dipimpin oleh perwira jaga. Jam kerja QRT adakah 24 jam setiap hari dengan sistem jaga bergantian tiap beberapa jam sekali. Nomor telepon QRT antara lain : 021-3456614, 021-3451364, 0813 8525 3006.

Referensi:

  1. http://hubla.dephub.go.id/berita/Pages/KEMENHUB-TERUS-KIRIMKAN-BANTUAN-KAPAL-NEGARA-UNTUK-MISI-KEMANUSIAAN-GEMPA-BUMI-SULAWESI-TENGAH.aspx
  2. http://oceanweek.co.id/pelabuhan-pantoloan-berfungsi-kembali/
  3. http://oceanweek.co.id/pelni-angkut-900-penumpang-ke-pantoloan/

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *