Pengelolaan Terminal Petikemas Surabaya

Terminal Petikemas Surabaya (TPS) adalah sebuah perusahaan patungan antara PT Pelindo III dan Dubai Port World (DPW). Sejak tahun 1999, Terminal Petikemas Surabaya telah dikelola secara bersama oleh Pelindo III dan Dubai Port World. Pengelolaan bersama ini diatur dalam perjanjian kerja sama yang telah ditandatangani kedua belah pihak.

Namun, pada bulan April tahun 2019 mendatang, kontrak kerja sama tersebut akan habis masa berlakunya. Selain itu, saham yang sebelumnya terbagi untuk kedua perusahaan, pada bulan April tahun 2019 akan sepenuhnya menjadi milik PT Pelindo III. Hal ini mendorong Serikat Pekerja Pelayaran Indonesia III (SPPI III) mendesak pihak manajemen Pelindo III untuk melakukan pengelolaan Terminal Petikemas Surabaya secara mandiri pasca habisnya kontrak.

Desakan ini bukan tanpa alasan. Serikat Pekerja Pelindo III menilai Sumber Daya Manusia PT Pelindo III sudah mampu untuk melakukan pengelolaan Terminal Petikemas Surabaya secara mandiri. Mereka menganggap pengalaman mengelola TPS dengan Dubai Port World sejak tahun 1999 sudah cukup sebagai bekal untuk mengelola secara mandiri. Selain itu, PT Pelindo III terbukti telah mampu mengelola terminal Teluk Lamong secara mandiri. Perlu diketahui, Terminal Teluk Lamong merupakan terminal semi-otomatis pertama yang beroperasi di Indonesia.

Serikat Pekerja Pelindo III

Tujuan utama Serikat Pekerja Pelindo III mendesak manajemen BUMN tersebut adalah untuk mendukung upaya optimalisasi peran BUMN dalam membangun negara. Selain itu, SPPI III juga ingin ikut mendukung penguatan sinergi antar BUMN sebagai agen pembangunan negara.

SPPI III sendiri ingin mengusung prinsip smart partnership dengan PT Pelindo III. Smart partnership adalah dimana SPPI III menjadi mitra kerja manajemen Pelindo III yang produktif agar dapat mendukung berbagai transisi pengelolaan TPS. Sehingga PT Pelindo III dapat secara mandiri mengelola TPS.

Sekretaris Jenderal SPPI III, Muhammad Adib Fadli mengatakan bahwa kerja sama dengan investor dan perusahaan domestik maupun asing akan lebih bermanfaat untuk pengembangan pelabuhan di wilayah Kawasan Timur Indonesia (KTI). Ia mengatakan hal tersebut untuk menangkis anggapan bahwa PT Pelindo III mengambil sikap anti asing karena memilih untuk mengelola TPS secara mandiri.

Direktur Utama PT Pelindo III, Doso Agung, mendukung agar SPPI III dapat berubah menjadi federasi serikat pekerja. Dengan harapan agar diseluruh anak dan cucu perusahaan PT Pelindo III group dapat didirikan Serikat Pekerja. Doso juga mengharapkan agar SPPI III dapat menjadi motivator bagi seluruh rekan pekerja. Ia menegaskan bahwa serikat pekerja bukanlah musuh atau oposisi dari manajemen. Tetapi serikat pekerja adalah partner dari manajemen untuk mengelola perusahaan. Ia berharap pihak manajemen dan serikat pekerja dapat mengadakan pertemuan secara rutin agar komunikasi terjaga.

Doso berharap agar kebijakan perusahaan dapat sesuai dengan harapan dan kinerja pegawai di seluruh bagian perusahaan. Hal ini untuk menjaga solidaritas antara serikat pekerja dan pihak manajemen. Selain itu, ia juga mengingatkan agar seluruh pihak bekerja dengan hati dan berhati-hati.

Referensi:

  1. https://industri.kontan.co.id/news/serikat-pekerja-pelindo-iii-mendukung-pengelolaan-mandiri-terminal-petikemas-surabaya
  2. http://indonesiashippingline.com/2013-11-25-05-06-33/3446-april-2019,-terminal-petikemas-surabaya-sepenuhnya-milik-bangsa.html

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *