Review of Maritime Transport – Developments in International Seaborne Trade

Pada tanggal 3 Oktober 2018 yang lalu, United Nations Conference on Trade and Development, UNCTAD, merilis jurnal “Review of Maritime Transport”. Jurnal ini membahas perkembangan pada kondisi maritim dunia, pada bidang shipping secara khususnya.

Terdiri dari 5 bab, jurnal ini membahas mulai dari perkembangan perdagangan internasional yang melalui laut hingga perkembangan masalah hukum dan peraturan mengenai bidang maritim. Dalam jurnal tersebut terdapat banyak data mengenai perkembangan perdagangan internasional melalui jalur laut.

Setelah mengalami krisis ekonomi dunia pada tahun 2008-2009, kondisi ekonomi dunia dan bisnis shipping global mengalami titik terendah pada tahun 2016 yang lalu. Namun, pada tahun 2017, tercatat ekonomi dunia dan bisnis shipping global kembali bangkit. Tahun 2017 mencatat perkembangan volume perdagangan dunia naik hingga 4%. Nilai tersebut merupakan nilai terbesar dalam 5 tahun terakhir.

UNCTAD memperkirakan, pergerakan barang melalui jalur laut mencapai 10,7 miliar ton. Dimana komoditas dry bulk mengisi hampir setengah dari volume yang telah mengalami peningkatan tersebut. Apabila peningkatan volume pada tahun 2017 dibandingkan dengan tahun 2016, hanya nilai volume minyak mentah yang mengalami penurunan. Selain itu, UNCTAD juga memperkirakan bahwa perdagangan dunia yang melalui jalur laut akan mengalami pertumbuhan hingga 3,8% dalam rentang waktu tahun 2018-2023.

Perdagangan menggunakan kontainer tercatat mencapai 17,1% dari total seluruh perdagangan melalui laut. Nilai ini naik 6,4% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Untuk komoditas dry bulk, tercatat 29,9% atau naik 5,1% dibandingkan tahun sebelumnya. Minyak mentah turun dari 4% menjadi 2,4%, sedangkan produk bahan bakar dan gas mengalami peningkatan volume hingga 3,9%.

Meningkatnya perdagangan melalui laut ini didorong oleh penguatan ekonomi dunia pada tahun 2017. Selain itu, peningkatan aktivitas perdagangan dunia yang juga meningkatkan perdagangan jalur maritim. Hal ini sejalan dengan tren positif ekonomi dunia.

Nilai perkembangan ekonomi dunia dan pertumbuhan volume dagang dapat disimak pada tabel 1.1 dan 1.2 dibawah.

Mayoritas komoditas dry bulk seperti batu bara dan bijih besi tercatat mencapai 42,3% dari total kargo dry bulk yang dikirimkan. Nilainya diperkirakan mencapai 7,6 miliar ton pada tahun 2017. Selain kargo dry bulk, peningkatan juga terjadi pada kargo lain, seperti minyak mentah, bahan bakar minyak, gas alam, serta kargo-kargo jenis lain. Ilustrasi serta data perkembangan perdagangan dunia dapat disimak pada tabel 1.3 dan tabel 1.4 serta gambar 1.1 dibawah.

Review of Maritime - Bab 1 - Tabel 1.1
Sumber: UNCTAD secretariat calculations, based on United
Nations, 2018 and UNCTAD, 2018a.
a Partly estimated.
b Forecast
Review of Maritime - Bab 1 - Tabel 1.2
Sumber: UNCTAD secretariat, based on World Trade Organization, 2018, table 1.
a Average of exports and imports.
Review of Maritime - Bab 1 - Tabel 1.3
Sumber: UNCTAD secretariat calculations, based on data supplied by reporting countries and as published on government and port industry websites, and by specialist sources.
Catatan: Dry cargo data for 2006 onwards were revised and udated to reflect improved reporting, including more recent figures and a better breakdown by cargo type. Since 2006, the breakdown of dry cargo into main bulks and dry cargo other than main bulks is based on various issues of the Shipping Review and Outlook, produced by Clarksons Resesarch. Total estimates of seaborne trade figures for 2017 are based on preliminary data or on last year for which data were available.
a Figures for main bulks include data on iron ore, grain, coal, bauxite/alumina and phospate. Starting in 2006, they include data on iron ore, grain and coal only. Data relating to bauxite/alumina and phisphate are included under “other dry cargo”.
Review of Maritime - Bab 1 - Gambar 1.1
Source: Review of Maritime Transport, various issues. For 2006–2017, the breakdown by cargo type is based on Clarksons Research,
2018a.
Review of Maritime - Bab 1 - Tabel 1.4
Source: UNCTAD secretariat calculations, based on data supplied by reporting countries and as published on government and port
industry websites, and by specialist sources.

Dulu, negara berkembang merupakan supplier utama barang mentah bernilai rendah dengan volume yang besar. Namun hal ini berubah seiring berjalannya waktu. Negara berkembang telah muncul sebagai eksportir dan importir yang menonjol di dunia. Data ekspor dan impor negara berkembang dapat disaksikan pada gambar 1.2 dan 1.3 berikut ini. Data tersebut menunjukkan nilai barang yang dimuat dari wilayah tersebut, atau biasa disebut di ekspor dan barang yang dibongkar di wilayah tersebut, atau di impor.

Review of Maritime - Bab 1 - Gambar 1.2
Source: UNCTAD secretariat calculations, based on the Review of Maritime Transport, various issues, and table 1.4 of this report
Review of Maritime - Bab 1 - Gambar 1.3
Source: UNCTAD secretariat calculations, based on data supplied by reporting countries and as published on government and port
industry websites, and by specialist sources.

Pada tahun 2017, terjadi dispersi perdagangan minyak. Pola perdagangan minyak menjadi tersebar. Hal ini dikarenakan terjadi peningkatan arus perdagangan minyak dari wilayah samudera Atlantik menuju Asia Timur. Selain itu, terjadi pergeseran dari supplier utama minyak, yang dulunya berasal dari Asia Barat. UNCTAD memperkirakan volume perdagangan minyak mentah pada tahun 2017 mencapai 1,87 miliar ton.

Review of Maritime - Bab 1 - Tabel 1.5
Source: UNCTAD secretariat calculations, based on table 1.4 of
this report.

Pengiriman LNG pun meningkat pada tahun 2017. Dengan total nilai mencapai 293,8 juta ton, pengiriman LNG meningkat 9,6% jika dibandingkan dengan tahun 2016. Penyebab utama peningkatan ini adalah meningkatnya permintaan LNG di wilayah Asia, terutama China. Peningkatan permintaan China terhadap LNG mencapai 47,3%. Hal ini terjadi karena kebijakan pemerintah setempat untuk memperbaiki kondisi udara dan kondisi alam dengan beralih ke gas alam. Predikat eksportir utama LNG saat ini masih dipegang oleh Qatar. Selain Qatar, negara lain yang merupakan eksportir LNG yang cukup besar adalah Australia, Rusia dan Amerika Serikat.

 

Source: UNCTAD secretariat calculations, based on data from British Petroleum, 2018.

Kargo Dry Bulk

China masih memegang predikat sebagai importir utama bijih besi. Total permintaan bijih besi China mencapai 70% dari total permintaan dunia. Sedangkan untuk batu bara, peningkatan permintaan terjadi di China, Korea, dan Asia Tenggara. Negara importir batu bara terbesar adalah China, India, Jepang, Malaysia, dan Korea. Sedangkan eksportir besar batu bara terdiri dari Australia dan Indonesia. Nilai perdagangan biji-bijian seperti gandum, kedelai dan semacamnya tercatat mencapai 515,1 juta ton pada tahun 2017. Nilai ini naik 7,1% jika dibandingkan dengan tahun 2016. Ekspor biji-bijian tersebut masih didominasi oleh Amerika Serikat.

Untuk komoditas minor dry bulk nilainya naik 2,2%. Peningkatan ini terjadi karena naiknya aktivitas manufaktur dan konstruksi secara global. Peningkatan terjadi pada komoditas seperti bijih bauksit, bijih nikel, serta produk hutan. Volume komoditas ini mencapai 1,9 miliar ton.

Source: UNCTAD secretariat calculations, based on Clarksons
Research, 2018a.

Setelah mengalami masa sulit untuk jenis kargo kering lain pada periode tahun 2015 dan dan 2016, sektor ini mengalami peningkatan pada tahun 2017. Dengan peningkatan yang hanya bernilai 1,1% dan 3,1% pada tahun 2015 dan 2016, pada tahun 2017 nilai peningkatan mencapai 6,4%. Nilai peningkatan tersebut diperkirakan setara dengan 148 juta TEUs.

Source: UNCTAD secretariat calculations, based on data from
Clarksons Research, 2018d and World Steel Association, 2018a,
2018b.

Peningkatan volume perdagangan tersebut tidak hanya terjadi pada jalur perdagangan utama, namun juga terjadi pada jalur perdagangan non-mainlane. Selain peningkatan pada perdagangan konvensional, terjadi juga peningkatan pada perdagangan e-commerce. Menurut perkiraan UNCTAD, nilai perdagangan e-commerce dunia mencapai 26 triliun USD pada tahun 2016.

Source: UNCTAD secretariat calculations, based on MDS Transmodal, 2018.
a Forecast
Source: UNCTAD secretariat calculations, based on data from MDS Transmodal, 2018
Source: UNCTAD secretariat calculations, based on data from
Clarksons Research, 2018e.
a Forecast

 

Referensi:

  1. https://unctad.org/en/PublicationsLibrary/rmt2018_en.pdf

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *