Review of Maritime Transport – Review Pelabuhan

Pada tahun 2017, aktivitas pelabuhan dunia dan aktivitas penanganan kargo bulk dan kontainer berkembang dengan pesat. Hal ini berbeda dengan kondisi 2 tahun sebelumnya dimana aktivitas tersebut dalam kondisi lemah. Ekspansi ini disebabkan oleh trend positif ekonomi dunia dan perdagangan maritim.

Tercatat terminal kontainer dunia mengalami peningkatan volume mencapai 6%. Padahal, pada tahun 2016 nilai peningkatan volume yang tercatat hanya sebesar 2,1%. Hal ini berarti, persentase peningkatan volume pada tahun 2017 mencapai hampir 3 kali persentase peningkatan volume tahun 2016.

Tercatat nilai througput pelabuhan kontainer dunia pada 2017 mencapai 752 juta TEUs. Nilai ini naik 42,3 juta TEUs, setara dengan throughput pelabuhan tersibuk dunia, pelabuhan Shanghai.

Tahun 2017 juga mencatat rerata waktu yang diperlukan kapal di pelabuhan hanya selama 31,2 jam. Waktu ini lebih cepat setidaknya 2 jam jika dibandingkan dengan waktu yang diperlukan pada tahun 2016 yang berada pada waktu 33,6 jam. Dengan waktu yang lebih sedikit di pelabuhan, throughput pelabuhan pun naik karena jumlah pelayanan dapat meningkat.

Volume pelabuhan kontainer di 2017 masih didominasi oleh wilayah Asia dengan nilai mencapai 63%. Diikuti Eropa, Amerika Utara, Amerika Latin, Afrika, lalu Oceania. Nilainya masing-masing adalah 16%, 8%, 6%, 4%, dan 2%.

Pelabuhan dunia merupakan aset infrastruktur utama dalam bidang shipping dan perdagangan. Performa mereka sangat dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi dan perdagangan dunia. Kegiatan pelayanan kargo dan throughput pelabuhan dunia menunjukkan kondisinya mulai pulih. Terjadi rebound dalam volume perdagangan yang mendorong permintaan untuk shipping dan perdagangan maritim untuk meningkat di tahun 2017.

Perlu diketahui, volume perdagangan melalui laut mencapai 80% dari total perdagangan dunia. Sebanyak 60% kegiatan bongkar muat dari perdagangan melalui laut tersebut dilakukan di negara berkembang. Hal ini menunjukkan bahwa pelabuhan yang mampu bekerja dengan baik dan efisien merupakan hal yang sangat penting.

Peningkatan Throughput Kargo Pelabuhan Dunia

Indikator yang paling sering digunakan untuk menunjukkan kinerja serta kemampuan dari suatu pelabuhan untuk menarik bisnis adalah nilai volume yang dilayani pelabuhan tersebut. Pada tahun 2016, nilai througput seluruh jenis kargo di pelabuhan-pelabuhan besar dunia mencapai 15 miliar ton. Nilai ini meningkat 2,1% jika dibandingkan dengan tahun 2015.

Sebuah studi mengenai kinerja pelabuhan dunia antara 2011 dan 2016 menemukan bahwa terminal yang melayani sektor bulk commodities mengalami peningkatan terbesar dibandingkan dengan pelabuhan-pelabuhan lain. Tercatat hampir semua pelabuhan besar mengalami peningkatan volume throughput, hanya pelabuhan Shanghai yang mengalami penurunan.

Shanghai International Shipping Institute memperkirakan volume yang ditangani 20 pelabuhan terbesar dunia meningkat sebesar 5%. Apabila dituliskan dalam tonase, pada 2016 volume througput sebesar 8,9 miliar ton sedangkan pada 2017 mencapai 9,4 miliar ton.

Mengukur Performa Pelabuhan

Pada tahun 2013, UCNTAD Train for Trade Programe melalui Port Management Programme merumuskan komponen pengukuran performa pelabuhan. Terdapat 26 indikator hyang terbagi dalam 6 garis besar. Keenam garis besar tersebut adalah keuangan, sumber daya manusia, gender, operasi kapal, operasi kargo, dan lingkungan.

Nilai indikator finansial tiap wilayah memiliki perbedaan yang cukup besar. Untuk wilayah Amerika Latin dan Asia, pendapatan utama berasal dari pendapatan pelayanan kargo. Sedangkan untuk Eropa dan Afrika berasal dari EBITDA revenue.

Pelabuhan-pelabuhan yang mengikuti perngukuran performa terdiri dari berbagai jenis pelabuhan. Mulai dari landlord ports, full service ports, tool ports dan mixed ports.

Salah satu komponen penilaian adalah gender. Komponen ini menilai partisipasi perempuan dalam pelabuhan. Partisipasi tersebut dilihat dari bidang manajemen, operasional, cargo handling, hingga management plus operation.

Di wilayah berbeda, tingkat partisipasi wanita pun berbeda. Untuk wilayah Afrika, partisipasi terbesar perempuan di pelabuhan berada dalam bidang lain-lain. Sedangkan di wilayah Asia, Amerika Latin, dan Eropa partisipasi terbesar berada di bidang manajemen.

Hampir di seluruh wilayah, kedatangan kapal terbanyak didominasi oleh kapal kontainer. Hanya wilayah Eropa kapal terbanyak yang berlabuh adalah kapal general cargo.

Rerata tonase perjam-kerja dikuasai oleh komoditas liquid bulk untuk wilayah Asia dan Afrika. Sedangkan wilayah Eropa dan Amerika latin nilai tersebut dikuasai oleh komoditas dry atau solid bulk.

Peningkatan Throughput Pelabuhan Kontainer Dunia

UNCTAD memperkirakan bahwa throughput pelabuhan kontainer dunia meningkat hingga 6%. Nilai peningkatan ini mencapai 3 kali nilai peningkatan pada 2016.

Asia memiliki peran penting dalam kegiatan perdagangan dan shipping dunia. Tercatat 42% pelabuhan dan 60% kunjungan kapal terjadi di wilayah Asia-Pasifik. Bahkan, tercatat sebanyak 19% total kunjungan kapal dunia menuju China.

Nilai throughput pelabuhan dunia pada 2017 didominasi oleh Asia. Tidak tanggung-tanggung nilainya mencapai 64%.

Pada tahun 2017, rerata waktu yang diperlukan kapal di pelabuhan mengalami penurunan untuk semua jenis kapal. Hal ini berujung pada peningkatan througput karena jumlah kapal yang dilayani dapat meningkat. Penurunan terbesar terjadi untuk kapal dry cargo dan kapal penumpang.

Data lain seperti intensitas penggunaan aset terminal kontainer dunia, market share terminal dry bulk serta overview trend otomatisasi di pelabuhan dapat dilihat di “Review of Maritime Transport 2018” yang dirilis oleh UNCTAD.

 

Referensi:

https://unctad.org/en/PublicationsLibrary/rmt2018_en.pdf

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *