Sosialisasi Aturan Terbaru Konvensi IMO

Organisasi maritim dunia, IMO, mengeluarkan aturan terbaru. Aturan tersebut terkait dengan keselamatan pelayaran.

Sebagai salah satu anggota IMO, Indonesia mendukung penuh peraturan baru tersebut. Untuk menunjukkan dukungan terhadap peraturan tersebut, pemerintah mengadakan kegiatan sosialisasi. Alasan lain dari sosialisasi ini adalah pemerintah ingin menunjukkan komitmen mereka dalam memajukan dunia pelayaran nasional. Semua dilakukan untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Sosialisasi tentang peraturan terbaru IMO tersebut dilakukan di RedTop Hotel Jakarta. Digelar pada hari Rabu tanggal 17 Oktober 2018, pihak Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan mengundang beberapa narasumber. Narasumber yang diundang antara lain atase Perhubungan RI di Inggris periode kerja 2015-2018, Simson Sinaga dan Helmi dari Ditkapel.

Kementerian Perhubungan selaku pelaksana acara menargetkan sosialisasi ini kepada agen kapan asing. Tercatat sekitar 100 perusahaan pelayaran hadir dalam acara sosialisasi yang digelar Kementerian Perhubungan. Seluruh perusahaan pelayaran yang hadir adalah perusahaan pelayaran yang beroperasi di wilayah perairan Indonesia.

Sosialisasi Aturan IMO Terbaru

Acara sosialisasi ini dibuka oleh Pelaksana Tugas Direktur Lalu Lintas Laut Perhubungan Laut, Capt. Wisnu Handoko. Een Nuraini Saedah, Kasubdit Angkutan Luar Negeri Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mengambil peran sebagai pemandu acara. Een mengatakan bahwa perusahaan pelayaran nasional masih belum memiliki kemampuan untuk bersaing dengan perusahaan asing. Ia menambahkan, perusahaan pelayaran saat ini masih mampu bertahan karena ada Cabotage. Tanpa Cabotage, perusahaan pelayaran nasional akan mengalami kesulitan untuk bersaing dengan perusahaan pelayaran asing.

Perlu diketahui, Indonesia sendiri telah bergabung dengan IMO sejak tahun 1961. Sejak bergabung dengan IMO, Indonesia telah tercatat menjadi anggota dewan IMO kategori C sebanyak lebih dari 20 kali.

Keuntungan yang didapat oleh Indonesia sebagai anggota dewan IMO kategori C adalah posisi tawar yang tinggi serta fungsi penting dan strategis. Terutama dalam bidang transportasi laut. Selain itu, Indonesia juga ikut menentukan arah dan kebijakan penyusunan aturan maritim internasional. Sehingga dapat menguntungkan bagi kebijakan maritim nasional Indonesia.

Dengan melakukan sosialisasi ini, pemerintah Indonesia berusaha untuk mewujdukan komitmen mereka dalam membangun dunia pelayaran nasional.

 

Referensi:

  1. http://oceanweek.co.id/aturan-konvensi-imo-terbaru-disosialisasikan/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *