Pelabuhan Makassar New Port Segera Beroperasi

Makassar New Port merupakan salah satu pelabuhan baru yang dibangun pemerintah untuk memfasilitasi kegiatan bongkar muat di Kawasan Timur Indonesia. Pembangunan pelabuhan ini menghabiskan dana hingga Rp 89,57 Triliun. Dana tersebut terbagi untuk beberapa tahap dan paket pengerjaan pelabuhan.

Tahap Pertama

Tahap pertama pengerjaan pelabuhan terdiri dari 4 paket. Paket tersebut diberi nama Paket 1A, Paket 1B, Paket 1C, dan Paket 1D.

Paket 1A merupakan pengerjaan fisik untuk dermaga. Dengan biaya pengerjaan sebesar Rp 2,51 Triliun, pengerjaan dermaga dilakukan mulai tahun 2015 hingga tahun 2018. Saat ini, pengerjaan Paket 1A telah rampung 100%, ujar Direktur Utama PT Pelindo IV, Farid Padang. Dermaga yang termasuk dalam pengerjaan Paket 1A tersebut telah memiliki Container Crane (CC) untuk menunjang kegiatan.

Paket 1B merupakan pengerjaan ‘causeway’ dengan lapangan penumpukan. Memakan dana hingga Rp 1,66 Triliun, Paket 1B dijadwalkan untuk dikerjakan mulai tahun 2018 hingga 2020.

Paket 1C menelan dana Rp 2,69 Triliun untuk pembuatan fasilitas breakwater. Untuk pengerjaannya, dijadwalkan akan dilakukan pada 2020 hingga 2022. Sedangkan paket 1D memakan dana Rp 6,14 Triliun dan dikerjakan mulai 2015 hingga 2022.

Farid mengatakan progres pengerjaan pelabuhan Makassar New Port (MNP) dapat selesai lebih awal dari jadwal. Hal ini dikarenakan pembangunan MNP dilakukan secara bersamaan dari darat dan laut. Bahkan, untuk paket 1B dan 1C sendiri pengerjaannya sudah sampai 85% dan 70%. Secara keseluruhan, pengerjaan pembangunan MNP telah mencapai 86,90%.

Dengan selesainya pembangunan dermaga pada pengerjaan Paket 1A, pihak Pelindo IV siap untuk melakukan soft launching dan pengoperasian dermaga MNP. Pelindo IV berharap agar MNP dapat memicu pergerakan perekonomian di Kawasan Timur Indonesia (KTI).

Tahap Berikutnya

Pembangunan tahap 2 MNP memakan dana hingga Rp 10,01 Triliun. Tahap 2 sendiri baru akan dikerjakan pada tahun 2022. Proses pengerjaan tahap 2 diperkirakan akan selesai pada tahun 2025.

Setelah tahap 2, akan dilakukan pengerjaan tahap Ultimate. Tahap Ultimate ini berupa pembangunan MNP Integrated Economic Zone yang akan dimulai pada tahun 2022. Dengan total penggunaan dana hingga Rp 66,56 Triliun, pengerjaan tahap Ultimate diperkirakan rampung pada tahun 2025.

100% Tenaga Lokal

Pengerjaan pelabuhan MNP menggunakan 100% tenaga kerja lokal dari Indonesia. Hal ini berarti banyak warga yang merasakan manfaat pembangunan pelabuhan ini, bahkan sebelum pelabuhan mulai beroperasi. Banyak tenaga kerja yang terserap dalam proses ini. Selain itu, penggunaan tenaga kerja lokal dapat membuat proses lebih cepat karena dapat dengan lebih mudah dan cepat mendapatkan tenaga kerja. Dengan penyerapan tenaga kerja ini, pemerintah berharap menguatkan geliat ekonomi warga sekitar.

Pihak Pelindo IV menyatakan bahwa acara soft launching MNP akan diikuti dengan ekspor perdana ke Eropa melalui MNP. Dengan adanya pelabuhan baru ini, pemerintah ingin meningkatkan ruang ekspor Indonesia, terutama ekspor dari KTI. Selain itu, MNP juga diharapkan dapat mengurai antrian kapal di Terminal Petikemas Makassar.

Pelindo mengatakan, kapasitas angkut wilayah Makassar akan meningkat sekitar 1 juta TEUs. Sebelumnya, kapasitas maksimal dari Terminal Petikemas Makassar hanyalah 350.000 TEUs. Namun setelah dermaga MNP dari pengerjaan Paket 1A selesai, diperkirakan kapasitas maksimal akan meningkat sekitar 1juta hingga 1,5 juta TEUs. Pihak Pelindo IV mengklaim kapasitas maksimum dari pelabuhan MNP akan mencapai 17,5 juta TEUs apabila seluruh tahapan pembangunan telah selesai.

 

Referensi:

    1. https://www.antaranews.com/berita/762911/ini-progres-makassar-new-port-yang-akan-dioperasikan-pelindo-iv

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *