Kawasan Terpadu Marina Labuan Bajo

Kawasan Terpadu Marina Labuan Bajo merupakan salah satu kawasan pariwisata yang sedang dikembangkan di Indonesia. Terletak di Labuan Bajo, kawasan ini digarap untuk menjadi salah satu objek wisata yang berfokus pada kegiatan maritim dan kuliner. Pemerintah menargetkan kawasan ini dapat menjadi salah satu destinasi pariwisata andalan Indonesia.

KMP KOMODO

Melihat dukungan dari Pemerintah NTT, pihak PT ASDP Indonesia Ferry ikut tergerak memberikan dukungan. Dukungan dari ASDP berupa rencana peluncuran KMP Komodo. KMP Komodo sendiri akan diluncurkan sebagai moda alternatif menuju Labuan Bajo. Selain itu, kapal tersebut juga akan digunakan sebagai alternatif transportasi laut menuju Pulau Komodo dan sekitarnya.

“KMP Komodo diharapkan menjadi bagian dari komunitas penyedia kapal wisata yang telah hadir sebelumnya di Labuan Bajo,” ujar Sekretaris Perusahaan PT ASDP Indonesia Ferry, Imelda Alini. Kapal tersebut dapat berfungsi sebagai kapal feeder untuk kapal-kapal kecil guna mengantar wisatawan ke pulau-pulau sekitar. Hal ini disebabkan karena KMP Komodo hanya dapat bersandar di Pulau Komodo.

KMP Komodo diklaim mampu mengangkut 80 penumpang per perjalanan per hari. Padahal berdasarkan data dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Manggarai Barat, pada tahun 2017 potensi penumpang di kawasan wisata Labuan Bajo dapat mencapai 6.348 orang. Angka tersebut diperoleh dari data jumlah kapal wisata yang mencapai 529 unit dengan asumsi kapasitas angkut kapal hanya 12 orang per kapal. Dengan potensi sebesar itu, apabila seluruh komunitas kapal wisata bekerja sama dengan baik, bukan tidak mungkin jumlah wisatawan akan bertambah di Labuan Bajo.

Tempat Pelelangan Ikan Kampung Baru

Selain KMP Komodo, dukungan dari ASDP juga hadir di bidang properti. Anak perusahaan mereka, PT Indonesia Ferry Property juga mempercepat pembangunan wilayah marina, tempat pelelangan ikan, area komersial, dermaga penyeberangan, hingga pembangunan hotel. Hal ini bertujuan agar Kawasan Terpadu Marina Labuan Bajo dapat segera dibuka dan mampu menyerap potensi wisatawan yang sudah ada.

Tempat pelelangan ikan (TPI) rencananya akan dibuka di Kampung Ujung, Labuan Bajo. Dengan desain yang lebih modern, nyaman dan aman, diharapkan TPI Kampung Baru dapat menjadi destinasi wisata. Wisatawan dapat secara langsung mengamati kegiatan pelelangan ikan serta mencoba kuliner yang ada di wilayah TPI.

TPI Kampung Baru dirancang untuk mampu mengakomodasi 680 unit kapal jetty dengan ukuran 7 GT. Hal ini bertujuan agar TPI dapat menampung banyak nelayan serta hasil mereka. TPI ini juga memiliki 136 kios lapak kering dan basah untuk menjual ikan nelayan, sehingga nelayan dapat menjual hasil mereka dalam kondisi segar.

Dengan area parkir yang mampu menampung 50 unit kendaraan, TPI Kampung Baru mampu memfasilitasi pembeli maupun wisatawan yang berkunjung menggunakan angkutan darat. Ditunjang dengan mesin ATM, TPI Kampung Baru juga memiliki acara mingguan untuk menarik pengunjung. Acara tersebut berupa festival ikan dan kuliner Labuan Bajo. Dengan acara tersebut, pemerintah berharap pengunjung TPI bukan hanya pembeli ikan di pelelangan, namun juga wisatawan yang tertarik dengan kegiatan pelelangan dan kuliner yang ada di Labuan Bajo.

Area Komersial

Untuk pengembangan area komersial, pihak pengembang berencana untuk mengisi area tersebut dengan tenant retail dan kuliner khas lokal. Tujuannya adalah untuk menarik wisatawan agar melakukan wisata kuliner di area tersebut. Dengan banyaknya wisatawan, diharapkan ekonomi daerah dapat tumbuh. Selain itu, area komersial tersebut rencananya akan dijadikan pusat bisnis baru di wilayah Labuan Bajo.

Pembangunan hotel sendiri merupakan salah satu langkah untuk memeratakan pembangunan. Dengan membangun hotel, proses pembangunan akan menciptakan peluang bisnis dan kesempatan kerja bagi masyarakat setempat. Tak hanya itu, setelah hotel selesai dibangun nanti, warga setempat dapat membuka usaha disekitar kawasan hotel untuk melayani wisatawan. Dengan adanya hotel ini nanti, para wisatawan tidak perlu mondar-mandir menggunakan kapal setiap harinya.

Pihak pengembang juga membangun marina dengan tujuan membangkitkan bisnis kapal pesiar. Dengan adanya fasilitas marina, diharapkan kapal pesiar akan lebih banyak bersandar membawa wisatawan untuk mengunjungi Kawasan Terpadu Marina Labuan Bajo.

 

Referensi:

  1. http://industri.bisnis.com/read/20181028/98/854056/asdp-bakal-luncurkan-kmp-komodo-di-labuan-bajo
  2. http://maritimindonesia.co.id/2018/10/dukung-pariwisata-asdp-segera-luncurkan-tempat-pelelangan-ikan-labuan-bajo-dan-kmp-komodo/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *