IMO 2020 Sebabkan Rusia Merugi

Rusia diperkirakan akan mengalami penurunan pendapatan terbesar menjelang tahun 2020. Penurunan pendapatan ini terjadi karena peraturan baru dari organisasi maritim dunia, IMO 2020. Peraturan IMO 2020 mengatur tentang penggunaan bahan bakar kapal yang mengandung sulfur.

Peraturan IMO 2020

Peraturan baru yang dikeluarkan oleh IMO mengatur bahwa kapal laut harus mengurangi emisi sulfur mereka. Hal itu dapat dlakukan dengan merubah bahan bakar yang digunakan oleh kapal menjadi bahan bakar dengan kandungan sulfur yang rendah. Selain itu, cara lain untuk mematuhi peraturan tersebut adalah dengan memasang scrubber untuk mengurangi polutan dari gas buang kapal.

Batas emisi sulfur yang diatur dalam IMO 2020 adalah 0,5%. Sebelumnya, batas emisi sulfur terbesar bernilai 3,5%. Rusia sebagai negara pengekspor bahan bakar kaya sulfur terbesar belum terlihat untuk melakukan perubahan pada produksi kilang minyak mereka.

Padahal, kilang minyak diseluruh dunia mulai bersiap untuk mematuhi peraturan IMO 2020. Hal ini sebagai bentuk dukungan untuk mengurangi polusi udara yang disebabkan oleh kapal laut. Berbeda dengan Rusia, kilang minyak di Eropa dan Amerika Serikat terlihat telah bersiap untuk merubah produksi bahan bakar mereka.

Produksi Minyak Rusia

Pendapatan ekspor bahan bakar Rusia tahun lalu mencapai USD 9 milyar. Wood & Co. Financial Services AS memperkirakan penurunan pendapatan Rusia pada bidang ekspor bahan bakar dapat mencapai USD 3,5 milyar. Hal ini berarti pendapatan mereka dari sektor ekspor bahan bakar kapal diperkirakan turun lebih dari 35%.

Berdasarkan data dari Kementerian Energi Rusia, hingga akhir September ini Rusia sama sekali belum memproduksi bahan bakar yang sesuai dengan peraturan terbaru IMO. Hal ini berarti lebih dari 60% bahan bakar kapal yang mereka produksi memiliki kandungan sulfur 2,5% atau lebih. Hal ini tentu dapat menyebabkan kesulitan penjualan bagi mereka kelak, karena peraturan IMO 2020 mulai berlaku kurang dari 15 bulan lagi.

Perusahaan minyak Rusia tidak dapat mengurangi produksi bahan bakar kaya sulfur mereka. Hal tersebut dikarenakan pemasangan upgrade pada fasilitas kilang minyak mereka diperkirakan belum selesai pada tahun 2020. Sehingga mereka belum bisa memproduksi bahan bakar yang sesuai dengan peraturan IMO 2020.

Beberapa Opsi Lain

Rusia dapat tetap melakukan ekspor bahan bakar ke negara lain. Tujuan ekspor bahan bakar tersebut adalah negara-negara yang memiliki fasilitas untuk mengolah bahan bakar dari Rusia agar sesuai dengan peraturan IMO 2020. Ramin Lakani, seorang analis dari biro konsultan Muse, Stancil & Co. mengatakan salah satu tempat yang memungkinkan untuk ditawari bahan bakar produksi Rusia adalah Amerika Serikat.

Selain itu, pihak Rusia dapat menggunakan bahan bakar tersebut pada pembangkit listrik mereka. Pembangkit listrik Rusia dapat menggunakan bahan bakar kaya sulfur. Namun, kemampuan pembakaran hanya dapat ditingkatkan sedikit, sehingga peningkatan konsumsi bahan bakar pun tidak bertambah secara signifikan. Dari seluruh pembangkit listrik di Rusia yang menggunakan bahan bakar fosil, 70% diantaranya menggunakan gas alam. Dan hanya 1% atau sekitar 3 juta ton pertahun untuk penggunaan bahan bakar minyak.

Rusia juga dapat melakukan pembangunan jalan. Presiden Vladimir Putin telah berjanji untuk menggandakan anggaran Rusia untuk pembangunan jalan dalam 6 tahun kedepan. Hal ini membuka peluag untuk penggunaan paving-grade bitumen. Paving-grade bitumen sendiri diproduksi menggunakan bahan bakar kaya sulfur. Diperkirakan peningkatan konsumsi bahan bakar kaya sulfur untuk pembangunan jalan dapat mencapai 2 kali lipat atau setara dengan 6 juta ton pertahun.

Namun, dari seluruh opsi tersebut total potensi peningkatan pendapatan mereka tidak dapat menutup penurunan pendapatan dari penjualan bahan bakar mereka. Untuk mencegah kerugian terus berlanjut, Rusia tetap harus merubah produksi bahan bakar mereka menjadi bahan bakar dengan kandungan sulfur rendah.

 

Referensi:

  1. https://gcaptain.com/russian-oil-set-to-lose-billions-from-imo-2020-ship-fuel-rules/

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *