Investasi Saras Menyambut IMO 2020

Saras merupakan salah satu perusahaan kilang minyak paling modern di Eropa. Saras bergerak dalam bisnis produksi hasil olahan minyak, dan merupakan perusahaan yang berasal dari Italia. Menjelang berlakunya IMO 2020, Saras memutuskan untuk melakukan investasi. Investasi tersebut berupa pembangunan terminal pengisian bahan bakar kapal di Sardinia. Terminal tersebut akan memproduksi bahan bakar kapal jenis baru yang lebih bersih, sekaligus memasarkan bahan bakar tersebut. Hal ini merupakan salah satu langkah mereka untuk menghadapi IMO 2020.

Kilang minyak di seluruh dunia sudah mulai mempersiapkan diri untuk mematuhi IMO 2020. Mereka sudah mulai mengurangi produksi bahan bakar kaya-sulfur mereka dan memasang upgrade ada kilang mereka. Upgrade tersebut dipasang agar kilang minyak mereka dapat memproduksi bahan bakar yang lebih bersih, agar dapat memenuhi syarat dari IMO 2020.

Langkah dari Saras menghadapi IMO 2020

Perusahaan produsen bahan bakar kapal, Saras, mengambil langkah berupa investasi infrastruktur. Saras membangun infrastruktur yang mampu mengakomodasi kapal untuk berlabuh di dermaga mereka yang terletak di luar pabrik. Infrastruktur pabrik baru mereka terletak di Sardinia. Disana, kapal-kapal tersebut dapat secara langsung mengisi bahan bakar menggunakan Ultra-Low-Sulphur Marine Fuel Oil (ULSFO). Hal ini disebut bunkering, ujar CEO Saras, Dario Scaffardi. Pabrik mereka di Sardinia sendiri memiliki kapasitas produksi mencapai 300.000 barrel per hari.

Scaffardi mengatakan, bunkering pada masa ini masih berpusat pada blending. Blending adalah pencampuran bahan bakar yang berbeda untuk mendapatkan bahan bakar sesuai dengan kebutuhan. Contoh nyata terdapat di Malta, berbagai pihak membawa bermacam-macam jenis bahan bakar dan mencampurnya sehingga dapat diperoleh bahan bakar yang sesuai.

Namun semenjak IMO mengeluarkan peraturan IMO 2020, blending menjadi semakin sulit. Hal ini dikarenakan untuk mendapatkan bahan bakar yang memenuhi syarat IMO 2020 melalui metode blending secara teknis tidak mudah. Bahan bakar baru tersebut memiliki spesifikasi kandungan sulfur yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan bahan bakar blending sebelumnya.

Masih sedikitnya kilang minyak yang mampu memproduksi bahan bakar rendah-sulfur merupakan salah satu alasan Saras membangun pabrik di Sardinia. Dengan membangun pabrik di Sardinia, Saras dapat langsung memproduksi bahan bakar jenis baru tersebut. Hal ini tentu memberikan keuntungan bagi Saras dalam kompetisi penjualan bahan bakar kapal.

Saras sendiri sudah mengembangkan ULSFO milik mereka. Produk mereka akan dipasarkan secara langsung kepada pemilik kapal. Kilang minyak mereka di Sardinia direncanakan untuk memiliki kapasitas produksi antara 500.000 hingga 600.000 ton ULSFO per tahun.

 

Referensi:

  1. https://gcaptain.com/saras-invests-in-new-bunkering-terminal-ahead-of-imo-switch/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *