Kerjasama Supervisi Pembangunan Patimban

Proyek pembangunan Pelabuhan Patimban merupakan salah satu proyek strategis dan penting bagi negara. Kementerian Perhubungan selaku penanggung jawab proyek melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mengerjakan proyek ini dengan serius. Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R. Agus H. Purnomo berharap Pelabuhan yang terletak di Subang tersebut dapat meningkatkan daya saing logistik Nasional.

Penandatanganan Kerjasama Supervisi

Salah satu bentuk keseriusan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) ditunjukkan dengan penandatanganan kontrak kerjasama dengan perusahaan joint venture konsultan supervisi dan desain. Perwakilan dari Ditjen Hubla adalah PPK Konsultan Pembangunan Pelabuhan Patimban Andilas Putra Asmara. Sedangkan perusahaan joint venture konsultan supervisi dan desain diwakili oleh perusahaan konsultan joint venture Yasunori Hasegawa.

Perusahaan joint venture konsultan yang dipilih adalah 3 perusahaan Jepang yang akan bekerja sama dengan 3 perusahaan Indonesia. 3 perusahaan Jepang tersebut adalah Oriental Consultan Global Co. Ltd., Ides Inc., dan Nippon Koei Co. Sedangkan 3 perusahaan Indonesia adalah PT Raya Konsult, PT Rayasurverindo Tirtasarana, dan PT Indra Karya (Persero).

Perjanjian kerjasama yang ditandatangani pada Senin 12 November 2018 lalu dilakukan di ruang Sriwijaya kantor pusat Ditjen Hubla Kemenhub, Jakarta. Kegiatan tersebut disaksikan langsung oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R. Agus H. Purnomo dan para direktur di lingkungan Ditjen Hubla.

Paket Pembangunan Pelabuhan Patimban

Paket pembangunan yang ditandatangani berupa paket jasa konsultasi supervisi dan desain pembangunan fasilitas pelabuhan. Paket tersebut merupakan bagian dari proyek pembangunan Pelabuhan Patimban tahap 1. Agus berharap perusahaan anggota konsorsium konsultan dapat membantu memperlancar proyek pembangunan Pelabuhan tersebut secara keseluruhan. Selain itu, Agus juga berharap agar pelaksanaan pembangunan pelabuhan ini tetap memperhatikan regulasi, kualitas, serta kebutuhan masyarakat secara umum.

Pembangunan Pelabuhan Patimban akan dibagi menjadi 3 tahap. Tahap pertama berupa penyelesaian pelabuhan dengan kapasitas pelabuhan sekitar 3,5 juta TEUs untuk peti kemas serta 600.000 unit untuk kendaraan bermotor (CBU). Tahap kedua dan ketiga berupa peningkatan kapasitas pelabuhan. Tahap kedua akan meningkatkan kapasitas pelabuhan menjadi 5,5 juta TEUs dan tahap ketiga menjadi 7,5 juta TEUs.

Pelabuhan ini direncanakan akan mulai beroperasi pada tahun 2019. Digunakan untuk melayani peti kemas dan kendaraan bermotor, pelabuhan ini akan ditunjang dengan backup area seluas 356 hektar. Area penunjang tersebut bertujuan untuk mendukung efisiensi logistik dari dan ke Pelabuhan Patimban.

 

Referensi:

  1. https://www.antaranews.com/berita/767791/kemenhub-tandatangani-kontrak-konsultan-supervisi-pembangunan-patimban
  2. https://oceanweek.co.id/kemenhub-teken-kontrak-konsultan-supervisi-pembangunan-patimban/
  3. http://koran-sindo.com/page/news/2018-11-14/2/7/Kemenhub_Konsultan_Teken_Kerja_Sama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *