Buku Putih Diplomasi Maritim

Konsep Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia telah diungkapkan oleh Presiden Joko Widodo dalam Pidatonya pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) kesembilan East Asia Sumit (EAS) tanggal 13 November 2014 di Nay Pyi Taw, Myanmar. Salah satu langkah nyata dari pemerintah untuk mewujudkan visi tersebut adalah dengan mengeluarkan Kebijakan Kelautan Indonesia (KKI). Kebijakan tersebut berisi tentang pilar-pilar yang dapat membantu mengarahkan Indonesia untuk mewujudkan visi sebagai Poros Maritim Dunia.

Rizal Sukma, Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Inggris mengatakan bahwa pemerintah harus segera menyusun acuan tentang diplomasi maritim. Hal ini karena salah satu pilar dalam Kebijakan Kelautan Indonesia (KKI) adalah tentang diplomasi maritim. Sehingga Rizal berharap agar pemerintah segera membuat rujukan teknis khusus tentang hal tersebut. Rujukan teknis tersebut untuk digunakan oleh para diplomat dan lembaga terkait.

Buku Putih

Kebijakan Kelautan Indonesia tersebut mendorong Kementerian Koordinasi Bidang Kemaritiman bersiap untuk merilis buku putih yang berisi tentang diplomasi maritim sebagai kelanjutan dari KKI. Buku  putih tersebut akan segera dirilis setelah selesai disiapkan oleh Kemenko Kemaritiman. Peluncuran buku ini merupakan kelanjutan langkah nyata untuk menjadikan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia, sesuai dengan visi kabinet Jokowi – JK.

Buku putih tersebut disiapkan sebagai acuan diplomasi maritim untuk digunakan oleh seluruh pihak terkait, ujar Odo Manuhutu, Asisten Deputi Bidang Navigasi dan Keselamatan Maritim Kemenko bidang Kemaritiman. Acuan tersebut adalah implementasi dari salah satu pilar KKI yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2017, tambah Odo.

Saat ini, buku putih tersebut masih dalam proses pengesahan oleh Menko bidang Kemaritiman. Asisten Deputi bidang Hukum dan Perjanjian Maritim, Budi Purwanto mengatakan pihak Kemenko Kemaritiman berharap dapat segera melakukan sosialisasi buku putih ke semua kementerian dan lembaga terkait sektor maritim. Tak hanya itu, Kemenko Kemaritiman juga ingin menyosialisasikan buku putih ini kepada seluruh perwakilan di luar negeri agar diplomasi maritim dapat terpadu dan terarah untuk mencapai visi Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.

Inisiatif Pemerintah

Pemerintah sendiri telah mengambil beberapa inisiatif yang dapat dianggap sebagai bentuk diplomasi maritim. Beberapa diantaranya adalah forum IORA (India Ocean Rim Assocation) dan forum negara kepulauan dan pulau atau AIS. Selain itu, kepemimpinan Indonesia di beberapa forum internasional mengenai sektor maritim juga merupakan contoh nyata diplomasi maritim. Beberapa forum yang pernah dipimpin oleh Indonesia antara lain adalah Our Ocean Conference serta Lokakarya reguler PBB mengenai permasalahan di Samudera Hindia.

 

Referensi:

https://maritim.go.id/kemenko-bidang-kemaritiman-segera-luncurkan-buku-putih-diplomasi-maritim/

https://www.antaranews.com/berita/768013/buku-putih-diplomasi-maritim-segera-diluncurkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *