Beranda » Berita » Pelayaran dan Perkapalan » Industri Pelayaran Indonesia 2019

Industri Pelayaran Indonesia 2019

  • by
Industri Pelayaran Indonesia 2019

Sejalan dengan perkiraan kondisi ekonomi Indonesia di tahun 2019, sektor pelayaran Indonesia dihadapkan dengan beberapa tantangan. Meskipun dihadapkan dengan berbagai tantangan, banyak tokoh tetap merasa optimistis bahwa sektor ini akan mengalami pertumbuhan positif meski dengan nilai rendah sepanjang tahun 2019 mendatang. Perkiraan nilai pertumbuhan rendah ini dikarenakan adanya tantangan dari dalam maupun luar negeri terhadap sektor pelayaran Indonesia.

Tantangan Dalam Negeri

Dari dalam negeri, sektor pelayaran Indonesia secara utuh dihadapkan dengan kebijakan moneter yang kurang bersahabat. Selain itu, pajak PPN dan pembelian BBM serta biaya logistik yang harus ditekan telah memberikan beban terhadap margin profit pelayaran yang dimiliki oleh industri ini. Pendataan berkala jumlah, ukuran, dan jenis kapal juga memberikan tantangan tersendiri terhadap pelaku usaha pelayaran.

Selain itu, juga terdapat beberapa tantangan yang harus dihadapi oleh beberapa bagian dari industri pelayaran secara spesifik. Misalnya pada sektor general cargo, rendahnya tingkat prioritas kapal general cargo dibandingkan dengan kapal kontainer membuat kapal general cargo sering terjebak kongesti di pelabuhan. Untuk sektor kapal kontainer pun tidak luput dari tantangan. Pemberlakuan safety container sertifikat juga membuat sektor kontainer harus berusaha untuk memperbaiki kinerja mereka. Sedangkan untuk sektor offshore, nilai charter rate yang rendah membuat persaingan usaha semakin ketat.

Tantangan Luar Negeri

Tantangan dari luar negeri berupa persaingan dengan industri pelayaran asing untuk memasuki pasar internasional. Selain itu, sektor pelayaran Indonesia belum memiliki dominasi atas angkutan ekspor impor Indonesia.

Pemerintah perlu mengambil langkah yang tepat untuk meningkatkan pertumbuhan sektor pelayaran Indonesia. Perumusan kebijakan yang dapat lebih mendukung industri pelayaran dalam negeri perlu dilakukan. Selain itu, sinergi antar industri pelayaran dalam negeri harus diperkuat untuk menghadapi gempuran dari tantangan-tantangan yang dihadapi.

Carmelia Hartoto, Ketua Umum DPP Indonesian National Shipowners Association (INSA) mengatakan bahwa kebijakan yang tepat dapat mendukung pertumbuhan industri pelayaran dalam negeri. Pertumbuhan tersebut dapat meningkatkan daya saing mereka dan meningkatkan kontribusi sektor pelayaran terhadap ekonomi nasional.

“Jika pelayaran tumbuh, maka industri terkait lainnya akan ikut tumbuh,” kata Carmelita.

Perkiraan Pertumbuhan

Secara umum, sektor pelayaran Indonesia akan mengalami pertumbuhan positif meskipun dengan nilai yang rendah. Pada kuartal pertama 2019, pertumbuhan diperkirakan tidak akan berbeda jauh dengan tahun 2018 dikarenakan adanya pemilu. Setelah pemilu, kebijakan yang diambil oleh pemerintah dapat mempengaruhi nilai pertumbuhan sektor pelayaran.

Sedangkan untuk pertumbuhan secara spesifik, nilainya bervariasi. General Cargo diperkirakan akan terpuruk pada 2019 karena tingkat prioritasnya berada dibawah kapal kontainer. Dengan tingkat prioritas dibawah, kapal general cargo sering kali terpaksa terkena kongesti di pelabuhan. Selain itu, berkurangnya komoditas general cargo juga berkontribusi terhadap terpuruknya sektor ini.

Sektor kontainer domestik sangat terpengaruh oleh petumbuhan ekonomi nasional. Nilai pertumbuhan sektor ini diperkirakan tidak akan berbeda jauh dengan nilai pertumbuhan ekonomi nasional.

Angkutan ekspor impor diyakini dapat melakukan kinerja lebih baik pada 2019 walaupun sektor angkutan ekspor impor masih didominasi pelayaran asing. Sektor tanker mengalami pertumbuhan jumlah armada ukuran kecil. Pada sektor tongkang dan bulk untuk angkutan batu bara diyakini akan tumbuh positif. Dengan peningkatan produksi batu bara pada 2019, tingkat utilisasi tongkang dan bulk diperkirakan akan berapa pada nilai 100%.

Untuk sektor pelayaran offshore, nilai pertumbuhan diperkirakan akan menyerupai nilai pada tahun 2018. Pertumbuhannya sektor ini cukup rendah, dengan nilai sekitar 5 hingga 10 persen.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *