Timur Jakarta, Primadona Industri Jabodetabek

Jakarta sebagai ibukota Indonesia merupakan pusat perekonomian Indonesia saat ini. Kawasan sekitar Jakarta, atau biasa disebut Jabodetabek menjadi pusat kawasan Industri. Mulai dari pabrik manufaktur hingga gudang produk. Pada tahun 2018 yang lalu, JLL Indonesia melakukan survey mengenai lokasi kawasan industri di sekitar Jakarta. Hasilnya, kawasan di sebelah timur Jakarta menjadi kawasan favorit bagi pengembang untuk membangung perkantoran serta fasilitas gudang.

Sekitar 66 persen kawasan industri Jabodetabek terletak di wilayah sebelah timur Jakarta. Area dengan kepadatan industri terbesar di wilayah tersebut antara lain Kabupaten Bekasi, Karawang serta Purwakarta. Sedangkan kawasan industri yang terletak di wilayah sebelah barat Jakarta hanya mencapai 28 persen dari total kawasan industri di Jabodetabek. Untuk wilayah di barat Jakarta ini, yang menjadi lokasi favorit adalah Kabupaten Tangerang dan Serang, serta Kota Serang dan Cilegon. Selain itu, di sisi selatan Jakarta terdapat Bogor sebagai salah satu kawasan industri.

Sebaran Kawasan Industri

Persebaran kawasan industri di Jabodetabek dapat dilihat dari beberapa sisi. Mulai dari luas area kawasan industri, total gudang, hingga jenis industrinya.

Apabila dilihat berdasarkan dari luasan kawasan industri, Cikarang merupakan kawasan industri terbesar di Jabodetabek. Luas area industrinya mencapai 750.000 meter persegi. Disusul oleh Jakarta pada peringkat kedua dengan luas 330.000 meter persegi dan Bekasi pada peringkat ketiga dengan 165.000 meter persegi. Karawang, Depok dan Bogor, serta Tangerang masing-masing memiliki luas area industri seluas 120.000, 90.000, dan 45.000 meter persegi. Harga sewa area industri tersebut pada tahun 2018 tercatat senilali 60 ribu Rupiah hingga 80 ribu Rupiah per meter persegi. Nilai ini diperkirakan akan mengalami pertumbuhan sekitar 5 hingga 6 persen pertahunnya.

Pemanfaatan luasan dari kawasan industri tersebut didominasi oleh industri logistik. Industri ini menggunakan hampir 50 persen dari total luasan area industri. Fast Moving Consumer Goods atau FMCG menempati posisi kedua dengan tingkat utilisasi area mencapai 20%. Disusul oleh industri elektronik, e-commerce, dan otomotif yang masing-masing memanfaatkan 15%, 10%, dan 5% dari luas kawasan industri.

Persebaran area pergudangan di kawasan industri Jabodetabek bisa dibilang tidak merata. Hampir setengah dari seluruh gudang terletak di Cikarang. Jakarta memiliki total 22% dari seluruh gudang, disusul oleh Bekasi, Karawang, Depok dan Bogor, serta Tangerang yang masing-masing memiliki total gudang sebanyak 11%, 8%, 6%, dan 3%.

Jika dilihat dari persebaran luasan kawasan industri dan persentase jumlah gudang, Cikarang dapat dikatakan sebagai wilayah paling favorit untuk kawasan industri. Hal ini merupakan salah satu bukti bahwa area timur Jakarta saat ini tengah menjadi primadona wilayah industri di Jabodetabek.

Referensi:

https://properti.kompas.com/read/2019/02/14/100000121/kawasan-timur-jakarta-masih-primadona-logistik-dan-pergudangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *