Pelabuhan Kuala Tanjung Akan Menjadi Hub Internasional

Kuala Tanjung Multi-Purpose Terminal (KTMT) atau Pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatera Utara akan diubah menjadi Hub Internasional. Pelabuhan ini dirancang untuk menjadi Hub Internasional karena dirasa telah memiliki fasilitas dan kapasitas yang baik. Pembangunan pelabuhan ini menjadi Hub Internasional berjalan dengan baik. Menurut Menko Maritim Luhut, pemerintah perlu mempercepat ekspor dari pelabuhan ini untuk mendukung perubahan pelabuhan Kuala Tanjung.

Sejak beroperasi pada Desember 2018 yang lalu, pelabuhan ini telah melakukan ekspor sebanyak 2 kali. Pertama pada bulan Desember 2018, pelabuhan ini melakukan ekspor sebanyak 205 TEUs. sedangkan pada kesempatan kedua di bulan Februari 2019, ekspor yang dilakukan mencapai 261 TEUs. Kedua ekspor ini dilakukan menggunakan jasa dari Wan Hai, dikirim menggunakan kapal Wan Hai Lines 505 pada Desember 2018 dan Wan Hai Lines 507 pada Februari 2019. Perlu diketahui, kedua keberangkatan ekspor tersebut merupakan direct call ke negara di Asia tanpa perlu transit. Beberapa negara yang dituju antara lain China, Singapore, Malaysia, dan India.

Pelabuhan Kuala Tanjung diharapkan dapat meningkatkan daya saing logistik Indonesia. Pelabuhan ini dirancang sebagai pusat alih muatan (transshipment) dan pelabuhan industri Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Hal ini diharapkan dapat mengurangi beban biaya logistik wilayah tersebut.

Membangun Stasiun Kereta Api

Saat ini, pemerintah tengah membangun stasiun kereta api di pelabuhan Kuala Tanjung. Progres pembangunan stasiun tersebut diklaim telah mencapai 97%. Dengan adanya stasiun ini, diharapkan distribusi logistik di Sumatera Utara menjadi lebih cepat. Selain itu, stasiun ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas di Medan.

Stasiun ini akan menghubungkan KEK Sei Mangkei dengan pelabuhan Kuala Tanjung. Hal ini tentunya dapat mempercepat waktu tempuh serta menurunkan jarak yang diperlukan oleh barang untuk mencapai pelabuhan. Sebelum adanya stasiun ini, barang dari KEK Sei Mangkei harus dikirim melalui pelabuhan Belawan. Hal ini berarti barang tersebut harus menempuh jarak sejauh 140 km dan memakan waktu hingga 4 jam. Dengan kereta langsung menuju pelabuhan Kuala Tanjung, jarak yang ditempuh dipotong menjadi hanya sekitar 40 km saja. Waktu yang diperlukan pun hanya sekitar 1 jam. Dengan ini, pemerintah akan memfokuskan pelabuhan untuk melayani general cargo domestik. Sedangkan untuk ekspor akan dimulai lagi pada bulan Maret, masih menggunakan kapal milik Wan Hai Lines.

Peralatan Modern dan Terintegrasi

Pelabuhan Kuala Tanjung memiliki peralatan yang lengkap serta modern. Selain itu, pelabuhan ini juga telah mengintegrasikan sistem IT pada pelayanan pelabuhan. Container Crane (CC) yang digunakan bertenaga listrik dengan kapasitas 45 ton. CC tersebut mampu mengangkat kontainer ukuran 20 feet, 40 feet, hingga 45 feet. Kapasitas pelabuhan ini mencapai 600.000 TEUs, dengan ukuran dermaga 500×60 meter. Memiliki trestle sepanjang 2,8 km dan 4 jalur truk selebar 18,5 meter. Pelabuhan ini juga memiliki rak pipa 4 line x 8 inch.

Sedangkan untuk bongkar muat, pelabuhan ini didukung dengan sarana prasarana yang cukup memadai. Mulai dari 3 Ship to Shore (STS) crane, 8 unit Automated Rubber Tyred Gantry (ARTG) Crane, 21 unit truck terminal, 2 unit MHC, serta Terminal Operating System peti kemas maupun curah cair.

 

Referensi:

  1. http://dephub.go.id/post/read/segera-diresmikan,-kuala-tanjung-multi-purpose-terminal-akan-jadi-pelabuhan-hub-internasional
  2. http://dephub.go.id/post/read/segera-beroperasi,-stasiun-ka-pelabuhan-kuala-tanjung-persingkat-distribusi-logistik-di-sumut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *