Beranda » Berita » Pelayaran dan Perkapalan » Ditkapel Gelar Bimtek Keselamatan Pelayaran 2019 Pertama di Aceh

Ditkapel Gelar Bimtek Keselamatan Pelayaran 2019 Pertama di Aceh

Bimtek Keselamatan Pelayaran Tahun 2019

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Direktorat Perkapalan dan Kepelautan menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Keselamatan Pelayaran di 10 wilayah di Tanah Air. Langkah itu dimaksudkan untuk menggugah kesadaran pelaku transportasi moda laut.

Bimtek Keselamatan Pelayaran tahun 2019 ini diadakan pertama kali di Aceh pada tanggal 27 – 29 Maret 2019. Provinsi Aceh dipilih menjadi lokasi pertama karena sebagian besar wilayah Aceh yang berbatasan langsung dengan laut. Sehingga diperlukan peningkatan pemahaman masyarakat Aceh tentang pentingnya keselmatan pelayaran.

Gigih Retnowati yang mewakili Direktur Perkapalan dan Kepelautan di acara tersebut di Grand Arabia Hotel, Banda Aceh, Rabu (27/3), menjelaskan bahwa dampak Bimtek tahun lalu sangar luar biasa. Kesadaran para pemangku kepentingan . Kesadaran para pemangku kepentingan sangat positif. Pemangku kepentingan tersebut seperti regulator, operator, perusahaan pengelola pelabuhan dan pemerintah daerah.

“Digelarnya kegiatan Bimtek Keselamatan Pelayaran ini merupakan salah satu upaya berkesinambungan Kementerian Perhubungan untuk senantiasa meningkatkan aspek keselamatan pelayaran dan kelaiklautan kapal di Indonesia,” ujar Kepala Sub Direktorat Rancang Bangun, Stabilitas dan Garis Muat Kapal, Gigih Retnowati.

Bimtek Penting untuk Pelayaran di Aceh

Dilansir dari hubla.dephub.go.id, Gubernur Aceh yang diwakili Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Propinsi Aceh, Amirulah mengatakan, Bimtek memiliki arti sangat penting terhadap keselamatan pelayaran di Provinsi Aceh.

Provinsi Aceh memiliki 180 gugusan pulau, 44 pulau di antaranya berpenghuni dan 136 tidak berpenghuni. Dari 23 kabupaten/kota di Provinsi Aceh, 18 di antaranya berdampingan dengan laut. Selain itu, Provinsi Aceh pun berbatasan langsung dengan perairan internasional.

“Wilayah Aceh terdiri dari 23 Kabupaten/Kota di mana 18 Kabupaten/Kota di antaranya berbatasan langsung dengan laut sehingga perlu dilakukan upaya peningkatan pemahaman dan edukasi tentang keselamatan pelayaran terhadap masyarakat Aceh,” kata Amirullah.

Dilansir dari independensi.com, hasil Bimtek ini akan diimplementasikan langsung kepada para nelayan dan operator pelayaran kapal-kapal di bawah 30 GT.

Adapun Bimtek Keselamatan Pelayaran 2019 yang pertama ini dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Daerah Provinsi Aceh beserta jajaran Muspida serta diikuti oleh para peserta yang berasal dari seluruh unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen Perhubungan Laut di wilayah Provinsi Aceh dan stakeholder terkait lainnya.

Tahun 2018 lalu, Bimtek dilakukan di empat wilayah. Wilayah tersebut yaitu, Baubau, Tarakan, Danau Toba, dan Muara Angke. Pada tahun 2019 ini akan diselenggarakan di 10 wilayah. Wilayah yang akan dijadikan tempat penyelenggaraan Bimtek adalah Aceh, Lombok, Banjarmasin, padang, Gorontalo, Sorong, Manado, Ambon, Ternate dan Kupang.

Referensi:

  1. http://hubla.dephub.go.id/berita/Pages/BANDA-ACEH-JADI-TUAN-RUMAH-BIMTEK-KESELAMATAN-PELAYARAN-TAHUN-2019.aspx
  2. https://independensi.com/2019/03/27/ditkapel-gelar-bimtek-keselamatan-pelayaran-di-10-wilayah/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *