Beranda » Berita » Pelabuhan dan Terminal » Teluk Bayur Menuju Kelas Rotterdam

Teluk Bayur Menuju Kelas Rotterdam

Go Live Portal E-Service Langkah Teluk Bayur

GM IPC cabang Teluk Bayur, Armen Amir mengatakan bahwa Pelabuhan Teluk Bayur bertekad untuk menjadi pelabuhan sekelas Pelabuhan Rotterdam. Hal ini merupakan perwujudan visi Pelabuhan Teluk Bayur untuk menjadi pelabuhan terbesar, terkemuka, dan termoderen.

Pemilihan Pelabuhan Rotterdam sebagai kiblat pengembangan karena Pelabuhan Teluk Bayur dirasa memiliki beberapa kesamaan dengan Pelabuhan Rotterdam. Kedua pelabuhan ini sama-sama dinilai sebagai pelabuhan yang bersejarah. Selain itu, Pelabuhan Rotterdam kini juga tengah menghadapi tantangan digitalisasi pelayanan pelabuhan.

Pelabuhan Rotterdam mengambil langkah berupa peluncuran aplikasi Pronto. Aplikasi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pelayanan jasa pelabuhan yang melayani hingga 30 ribu kapal per tahun tersebut. Pronto sendiri dirilis sejak September 2018 yang lalu.

Teluk Bayur Menuju Kelas Dunia

Teluk Bayur yang merupakan gerbang ekonomi provinsi Sumatera Barat perlu memberikan pelayanan terbaik bagi pengguna jasa. Tekad untuk menjadi pelabuhan sekelas Pelabuhan Rotterdam dianggap dapat menjadi motivasi guna meningkatkan pelayanan mereka.

Langkah yang diambil oleh Pelabuhan Teluk Bayur adalah dengan melakukan digitalisasi layanan. Langkah ini sesuai dengan rancangan pengembangan Pelabuhan Teluk Bayur yang dibuat oleh direksi IPC. Rancangan tersebut diberi nama Teluk Bayur ‘Bangkit’. PT Pelindo II saat ini tengah berusaha untuk melakukan digitalisasi port service di seluruh pelabuhan mereka. Tujuannya adalah untuk memberikan pelayanan yang maksimal para pengguna jasa IPC.

Dengan berkaca pada langkah yang diambil oleh Pelabuhan Rotterdam, maka Pelabuhan Teluk Bayur meluncurkan Portal E-Service pada 26 Maret 2019 yang lalu. Llayanan E-Service sendiri memiliki 6 fungsi utama. Mulai dari e-Registration, e-Booking, e-Tracking, e-Payment, e-Billing, hingga e-Care.

Fitur

Fitur e-Registration memiliki fungsi untuk memberikan kemudahan pengelolaan data pengguna jasa. Sedangkan e-Booking akan mempermudah permintaan layanan jasa kontainer atau peti kemas secara online.

Dengan menggunakan e-Tracking, pengguna dapat melakukan pelacakan peti kemas melalui internet. Proses pembayaran melalui e-Payment pun dapat dipilih secara offline atau online sehingga mempermudah transaksi penggunaan jasa.

Untuk meminta dokumen seperti nota, pranota, hingga kartu layanan kini dapat lebih mudah melalui fungsi e-Billing karena tidak perlu langsung datang ke kantor IPC. Sedangkan e-Care memberikan ruang bagi pengguna jasa untuk menyampaikan keluhan terkait pelayanan jasa peti kemas.

Pihak IPC kini tengah melakukan serangkaian aktivitas berupa sosialisasi dan pelatihan penggunaan portal E-Service. Tujuannya adalah untuk memastikan para pengguna jasa dapat menggunakan portal layanan ini dengan lancar sehingga para pengguna dapat segera merasakan manfaat dari portal layanan tersebut.

Referensi:

  1. Maritim Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *