Beranda » Informasi Umum » Maritim Indonesia » Indonesia Mengajukan Pemisahan Alur Laut di Selat Sunda dan Lombok Diadopsi IMO

Indonesia Mengajukan Pemisahan Alur Laut di Selat Sunda dan Lombok Diadopsi IMO

  • by
Bagan TSS IMO

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R. Agus H. Purnomo menyampaikan bahwa saat ini Indonesia tengah mengawal bagan pemisahan alur laut atau Traffic Separtion Scheme (TSS) di Selat Sunda dan Selat Lombok, pada sidang International Maritime Organization (IMO) Maritime Safety Committee ke 101 agar dapat diadopsi oleh IMO.

Proposal Indonesia untuk menetapkan TSS di Selat Sunda dan Selat Lombok bertujuan untuk meningkatkan Keselamatan Pelayaran serta perlindungan lingkungan maritim di kedua selat tersebut. Indonesia sendiri telah menjadi negara kepulauan pertama di dunia yang memiliki bagan TSS yang disahkan pada Sidang Plenary IMO ke-6 pada bulan Januari 2019 lalu.

“Setelah sebelumnya Indonesia berhasil mengawal proposal TSS di Selat Sunda dan Selat Lombok pada sidang IMO NCSR, kini Indonesia harus kembali berjuang mengawal proposal tersebut agar diadopsi dalam sidang IMO MSC yang sesuai agenda 11, adopsi proposal TSS tersebut akan dilakukan besok, Senin (10/6),” ujar Dirjen Agus dikutip dari hubla.dephub.go.id.

Keselamatan Pelayaran

Dirjen Agus mengungkapkan, penetapan TSS di Selat Sunda dan Selat Lombok ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan pelayaran dengan cara mengurangi jumlah situasi di mana dua kapal bertemu langsung mlalui pemisahan arus lalu lintas kapal yang berlawanan di daerah tersebut. Selain itu, TSS diharapkan dapat mengurangi (bahkan menghilangkan) resiko tabrakan antar kapal dengan cara merekomendasian Area Pencegahan.

“Kita juga berharap TSS ini dapat berkontribusi pada keselamatan dan efisiensi navigasi serta perlindungan lingkungan laut di Selat Sunda dan Lombok,” tambah Dirjen Agus.

Dirjen Agus menambahkan, bahwa sebelumnya Indonesia berkomitmen untuk melakukan persiapan yang diperlukan guna memastikan semua fasilitas dan infrastruktur pendukung serta SDM sudah siap sebelum tanggal pelaksanaan implementasi TSS.

“Perjuangan Indonesia belum berakhir. Perlu persiapan yang baik mengingat tugas berat menanti untuk kedepannya setelah TSS tersebut diadopsi IMO karena nantinya akan mulai diberlakukan pada satu tahun setelah diadopsi dalam sidang IMO MSC ke 101 yaitu bulan Juni 2020,” tutup Dirjen Agus.

Referensi:

  1. https://news.detik.com/berita/d-4580978/pemerintah-masih-perjuangkan-pemisahan-alur-laut-selat-sunda-dan-lombok
  2. https://cakrawala.co/indonesia-perjuangkan-proposal-pemisahan-alur-laut-di-selat-sunda-dan-selat-lombok-di-sidang-imo-msc-ke-101/
  3. http://hubla.dephub.go.id/berita/Pages/INDONESIA-KAWAL-PROPOSAL-PEMISAHAN-ALUR-LAUT-DI-SELAT-SUNDA-DAN-SELAT-LOMBOK-UNTUK-DIADOPSI-DI-SIDANG-IMO-MSC-KE-101.aspx
  4. beritatrans.com/2019/06/10/selangkah-lagi-pemisahan-alur-laut-di-selat-sunda-dan-lombok-diadopsi-imo/
Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *