Beranda » Berita » Pelayaran dan Perkapalan » Kapal Beroperasi di Indonesia Wajib Gunakan Bahan Bakar Rendah Sulfur

Kapal Beroperasi di Indonesia Wajib Gunakan Bahan Bakar Rendah Sulfur

  • by
Investasi Saras Menyambut IMO 2020

Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa setiap kapal berbendera Indonesia dan kapal asing yang beroperasi di perairan Indonesia wajib menggunakan bahan bakar dengan rendah sulfur. Hal ini merujuk pada aturan Organisasi Maritim Internasional (International Maritime Organization = IMO) yang dikenal dengan IMO 2020.

Aturan IMO 2020 mengharuskan semua kapal yang beroperasi menggunakan bahan bakar rendah sulfur. Nilai batasannya yaitu mengandung sulfur dengan nilai maksimum 0,5 persen m/m.

“Kapal berbendera Indonesia dan kapal berbendera asing yang akan menggunakan bahan bakar tersebut agar melakukan pembersihan tangki bahan bakar atau sistem perpipaan dan perlengkapan lainnya yang terkait untuk memastikan kebersihan dari sisa atau endapan bahan bakar sebelumnya,(bahan bakar dengan kandungan sulfur lebih besar dari 0,5 % m/m) dan mengembangkan rencana penerapan di kapal (ship implementation plan) sesuai pedoman IMO MEPC.1/Circ.878,” ujar Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Capt. Sudiono dalam keterangannya dikutip dari detik.com, Rabu (1/1/2020).

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut juga telah menerbitkan Surat Edaran Direktur Jenderal Perhubungan Laut No. SE. 35 Tahun 2019 tanggal 18 Oktober 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Bahan Bakar Low Sulfur dan Larangan Mengangkut atau membawa Bahan bakar yang tidak memenuhi Persyaratan serta Pengelolaan Limbah Hasil Resirkulasi Gas Buang dari Kapal.

Capt. Sudiono juga mengatakan bahwa kapal berbendera Indonesia yang belum menggunakan bahan bakar low sulfur agar menggunakan scrubber. Scrubber yaitu Sistem Pembersih Gas Buang (Exhaust Gas Cleaning System) dengan jenis yang disetujui oleh Dirjen Perhubungan Laut.

Sementara itu, aturan pembatasan kandungan low sulfur untuk kapal berbendera Indonesia yang berlayar di perairan internasional akan diterapkan mulai tanggal 1 Maret 2020.

Aturan Bahan Bakar Rendah Sulfur

Kewajiban menggunakan bahan bakar rendah sulfur ini dituangkan dalam berbagai aturan berikut:

  1. International Convention for the Prevention of Pollution from Ships (MARPOL Convention) Annex VI Regulation 14
  2. IMO Resolution Marine Environment Protection Committee (MEPC) 307(73) : 2018 Guidelines for the Discharge of Exhaust Gas Recirculation (EGR) Bleed-Off Water
  3. Pasal 36 Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 29 Tahun 2014 tentang Pencegahan Pencemaran Lingkungan Maritim
  4. Surat Edaran Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor UM.003/93/14/DJPL-18 tanggal 30 Oktober 2018 tentang Batasan Kandungan Sulfur Pada Bahan Bakar dan Kewajiban Penyampaian Konsumsi Bahan Bakar di Kapal.

Referensi:

  1. https://news.detik.com/berita/d-4842642/kemenhub-wajibkan-kapal-berbahan-bakar-low-sulfur-di-perairan-ri
  2. https://indopos.co.id/read/2020/01/01/214182/indonesia-mulai-terapkan-aturan-baru-penggunaan-bahan-bakar-kapal/
  3. http://jdih.dephub.go.id/produk_hukum/view/VTBVZ016VWdWR0ZvZFc0Z01qQXhPUT09

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *