Beranda » Berita » AIS Forum Adakan Pertemuan Tingkat Pejabat Tinggi Secara Virtual

AIS Forum Adakan Pertemuan Tingkat Pejabat Tinggi Secara Virtual

  • by

Pemerintah Indonesia melalui Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi bersama dengan United Nations Development Program (UNDP) kembali menggelar pertemuan Tingkat Pejabat Tinggi ke-5 Archipelagic and Island States (AIS) Forum. Pertemuan ini diadakan untuk mempersiapkan penyelenggaraan pertemuan Tingkat Menteri ke-5 yang akan diadakan pada 25 November 2020.

Karena Pandemi Covid 19, pertemuan kali ini diadakan secara virtual dan dihadiri oleh 23 negara partisipan dan 3 organisasi internasional. Pertemuan ini dipimpin oleh Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Odo Manuhutu, dan Wakil Residen UNDP Indonesia Sophie Kemkadze. Delegasi Indonesia dipimpin oleh Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral, Febrian Alphyanto Ruddyard. Delegasi Indonesia terdiri dari perwakilan berbagai K/L terkait.

“Telah berfokus ke beberapa program yang menitikberatkan pada penelitian dan inovasi. Sekretariat AIS Forum juga terus mengembangkan Indeks Ekonomi Biru dan kerangka Keuangan Biru. Demi mendorong inovasi melalui riset dan pengembangan serta kewirausahaan,” ungkap Deputi Odo.

Bahu Membahu Agar Pulih

Dalam sambutannya, Deputi Odo juga menekankan bahwa Pandemi Covid 19 harus membuat negara pulau dan kepulauan bersatu. Selain itu harus menguatkan kerja sama, dan menyinergikan berbagai peraturan dan instrumen ekonomi untuk melawan kemerosotan ekonomi dunia. AIS Forum harus terus berfokus pada empat tantangan utama sehingga berbagai inovasi akan terus bermunculan dan dapat melewati krisis ini. Berbagai negara partisipan bersepakat pula terhadap usulan tersebut. Dimana krisis ini melanda seluruh dunia, sehingga harus bahu membahu agar dapat kembali pulih dari situasi yang ada.

Mengutip beberapa masukan perwakilan negara partisipan seperti Jepang dan Sri Lanka, kedua negara sepakat bahwa pengembangan ekonomi biru dapat meningkatkan kemajuan ekonomi berbagai negara dan menciptakan lanskap kewirausahaan yang lebih maju dan berkembang.

Baca Juga: Indonesia Gelar Pertemuan Negara Kepulauan dan Negara Pulau di Jakarta

Tahun ini, diskusi Forum, akan difokuskan pada empat tema utama. Empat tema tersebut, yaitu pembangunan laut berkelanjutan, kerja sama strategis ekonomi biru, konektivitas digital biru, dan investasi kelestarian laut.

“Menyeimbangkan seluruh empat tema utama ini harus dilakukan untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan dalam iklim ekonomi yang positif demi melawan tantangan Covid 19 bersama,” lanjut Deputi Odo.

Seluruh perwakilan negara partisipan mendapatkan waktu untuk memberikan masukannya terkait empat tantangan utama. Selain itu juga persiapan penyelenggaraan Pertemuan Tingkat Menteri mendatang. Diskusi di dalam forum berjalan dengan baik dan maksimal, walaupun terhalang oleh perbedaan waktu dan tempat.

Pertemuan forum ini diharapkan dapat memperkuat kerjasama dari AIS Forum dalam menciptakan berbagai inovasi dalam bidang ekonomi dan kelautan. Khususnya dalam menghadapi tantangan pandemi yang sedang melanda.

Referensi: Kemenko Marves

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *